Info-Sultra.com | Konsel – Pohon Gamal yang memiliki nama latin gliricidia sepium lazim dapat tumbuh di pekarangan dan ladang petani, kini dilirik sebagai sumber energi terbarukan yang potensial menggantikan batu bara.
Padahal, selama ini pohon gamal dikenal hanya sebagai tanaman pagar. Kondisinya kini berbanding terbalik. Pohon berdaun kecil tersebut menjadi harapan baru dalam transisi energi hijau di bumi anoa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Selaku pelopor budidaya dan pengembangannya di Sulawesi Tenggara, mantan Bupati Konawe Utara (Konut) dua periode ini, Ruksamin yang juga merupakan Presiden Komisaris PT. Sepium Energi Selaras tersebut.
Launching dihadiri Anggota Komisi XII DPR RI, Totok Daryanto, Pimpinan Komite II DPD RI, Umar Bonte dan Wakil Bupati Konsel, Wahyu Ade Pramtama Imran.
Dalam acara tersebut, Ruksamin menjelaskan bahwa langkah ini dianggap sebagai terobosan strategis dalam menghadapi krisis energi, dan polusi karbon dari bahan bakar fosil serta mewujudkan swasembada energi berbasis sumber daya lokal.
”peluncuran penanaman dan launching budidaya pohon Gamal ini merupakan bagian dari strategi besarnya bersama pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi biomassa di Sultra sebagai sumber energi ramah lingkungan,” kata Ruksamin yang di ketahui saat ini sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang.
“langkah ini adalah bagian dari komitmen kita untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara sebagai daerah yang mandiri energi, sekaligus mendukung program nasional dalam transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan,” ungkap Ruksamin dalam sambutannya.
Lanjut, Inovasi ini tidak hanya menargetkan ketahanan energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui budidaya pohon Gamal secara massal.
Ruksamin menambahkan, budidaya Gamal tersebut dalam rangka percepatan swasembada energi baru terbarukan untuk mewujudkan program asta cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, lahan di Desa Margacinta yang bakal dilakukan penanaman seluas 25.000 hektare yang telah diberikan izin lahan dari Kementerian Kehutanan. Masyarakat tani yang akan menanam hingga memanen, namun difasilitasi perusahaan termasuk bibit hingga biaya pembukaan lahan.
“25.000 hektare yang sudah diberikan SK-nya, lengkap SK-nya dari Kementerian Kehutanan pada kelompok tani masyarakat. Kelompok tani ini lah yang kemudian kami bermitra, kami menyiapkan anggarannya, teknologinya dan masyarakat yang kerja sendiri dan mereka juga nanti yang petik hasilnya,” ujarnya.
” Saya mengajak seluruh masyarakat untuk beralih melakukan penanaman pohon Gamal. Perusahaannya siap membeli dengan harga yang optimal, memberi peluang peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(**)
