Info-Sultra.com | Konawe Utara — Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Indonesia Bersatu (DPC SBIB) Kabupaten Konawe Utara menyatakan sikap tegas terhadap insiden kecelakaan kerja yang kembali merenggut nyawa seorang pekerja di lingkungan PT. Adhi Kartiko Pratama (PT. AKP). Serikat tersebut menginstruksikan seluruh anggotanya untuk menghentikan aktivitas kerja hingga proses investigasi dilakukan secara menyeluruh.
Insiden nahas ini menimpa seorang pekerja berinisial AB, warga Kota Kendari, yang dikabarkan meninggal dunia saat sedang melakukan perbaikan instalasi listrik di area plafon kantor PT. AKP. Korban meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia lima tahun. Informasi ini pertama kali tersebar melalui grup WhatsApp internal pekerja.
Ketua DPC SBIB Konawe Utara, Ayub Sony Pratomo, menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman keras atas sikap perusahaan yang dinilai tidak transparan dan abai terhadap keselamatan kerja. “Kami sangat menyayangkan tindakan PT. AKP yang tetap melanjutkan operasional seperti tidak terjadi apa-apa. Ini bentuk ketidakpedulian terhadap nyawa manusia,” ujarnya kepada media.
Lebih lanjut, Ayub menyatakan bahwa seluruh kegiatan kerja di area IUP PT. AKP dihentikan sementara atas instruksi serikat. “Langkah ini adalah bentuk solidaritas kami terhadap korban, sekaligus desakan agar hak-hak almarhum dipenuhi dan dilakukan evaluasi serius terhadap sistem keselamatan kerja di perusahaan,” tegasnya.
Menurut Ayub, ini bukan kali pertama kecelakaan kerja terjadi di lokasi yang sama. Ia menyebut bahwa insiden serupa sebelumnya tidak mendapatkan tindak lanjut konkret dari pihak perusahaan. “Sudah dua kali kejadian seperti ini, namun tidak ada upaya pencegahan dari manajemen. Ini bukti kelalaian yang harus ditindak,” tambahnya.
Serikat Buruh Indonesia Bersatu saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Konawe Utara serta instansi terkait lainnya untuk menindaklanjuti kasus ini. Sementara itu, upaya media untuk menghubungi perwakilan perusahaan belum membuahkan hasil hingga berita ini dirilis. Aktivitas operasional PT. AKP dilaporkan masih berhenti total.
Laporan: Jumardin Hattas
