Sebanyak 93 kontingen ambil bagian dalam pawai ini, terdiri dari 37 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—termasuk Sekretariat DPRD dan Sekretariat Daerah—28 kecamatan, pelajar tingkat SMP dan SMA, desa, kelurahan, serta puluhan organisasi kemasyarakatan. Mereka menampilkan berbagai atraksi budaya, busana adat, hingga iring-iringan kendaraan hias yang menggambarkan kekayaan tradisi dan semangat kebersamaan masyarakat Konawe.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini mendapat restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Konawe,” ujar Ferdinand.
Tak hanya menyuguhkan parade budaya, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh lomba kuliner tradisional yang diikuti oleh seluruh OPD dan para camat se-Konawe. Aneka hidangan khas daerah tersaji, memperlihatkan kekayaan cita rasa lokal yang menggugah selera.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta, khususnya ibu-ibu PKK, yang begitu kreatif menyajikan kuliner khas daerah. Ini bukan sekadar lomba, tetapi gerakan bersama untuk melestarikan warisan budaya,” ujarnya.
Momen yang tak kalah menarik adalah ketika Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, bersama Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., turut tampil menaiki kuda lumping, salah satu atraksi seni tradisional yang memikat perhatian masyarakat.
Kehadiran pimpinan daerah ini disambut antusias warga yang memadati kawasan acara. Sejumlah tokoh penting juga tampak hadir, termasuk Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan, beberapa kepala daerah dari wilayah lain di Sultra, serta mantan Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Pemerintah Kabupaten Konawe berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda budaya tahunan, yang tidak hanya memperkuat identitas masyarakat Tolaki, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Konawe.
Laporan: Nasir Alex
