Berita

Konawe Semarak Bersahaja ! Ribuan Warga Tumpah Ruah di Pawai Budaya dan Mosehe Wonua

198

Info-Sultra.com | Konawe – Kabupaten Konawe dipenuhi nuansa semarak saat ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat memadati jalanan dalam gelaran Pawai Budaya dan Mosehe Wonua, Jumat (16/05/2025). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kabupaten Konawe, sekaligus rangkaian adat Mosehe Wonua—tradisi sakral suku Tolaki sebagai bentuk ungkapan syukur dan doa keselamatan kepada Sang Pencipta.

Sebanyak 93 kontingen ambil bagian dalam pawai ini, terdiri dari 37 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—termasuk Sekretariat DPRD dan Sekretariat Daerah—28 kecamatan, pelajar tingkat SMP dan SMA, desa, kelurahan, serta puluhan organisasi kemasyarakatan. Mereka menampilkan berbagai atraksi budaya, busana adat, hingga iring-iringan kendaraan hias yang menggambarkan kekayaan tradisi dan semangat kebersamaan masyarakat Konawe.

Pusat kegiatan berlokasi di Inolobunggadue Central Park (ICP), tepat di depan Kantor DPRD Kabupaten Konawe. Acara secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH, yang hadir mewakili Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST. Dalam sambutannya, Ferdinand menyampaikan bahwa pawai budaya ini merupakan wujud nyata dari semangat persatuan serta dukungan terhadap Musyawarah Lembaga Adat Tolaki (LAT) ke-V Tahun 2025.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini mendapat restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Konawe,” ujar Ferdinand.

Tak hanya menyuguhkan parade budaya, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh lomba kuliner tradisional yang diikuti oleh seluruh OPD dan para camat se-Konawe. Aneka hidangan khas daerah tersaji, memperlihatkan kekayaan cita rasa lokal yang menggugah selera.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai ketua dewan juri dalam lomba kuliner. Dalam wawancaranya, ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan perempuan melalui sektor ekonomi kreatif berbasis kuliner tradisional.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta, khususnya ibu-ibu PKK, yang begitu kreatif menyajikan kuliner khas daerah. Ini bukan sekadar lomba, tetapi gerakan bersama untuk melestarikan warisan budaya,” ujarnya.

Momen yang tak kalah menarik adalah ketika Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, bersama Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., turut tampil menaiki kuda lumping, salah satu atraksi seni tradisional yang memikat perhatian masyarakat.

Kehadiran pimpinan daerah ini disambut antusias warga yang memadati kawasan acara. Sejumlah tokoh penting juga tampak hadir, termasuk Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan, beberapa kepala daerah dari wilayah lain di Sultra, serta mantan Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Pemerintah Kabupaten Konawe berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda budaya tahunan, yang tidak hanya memperkuat identitas masyarakat Tolaki, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Konawe.

Laporan: Nasir Alex