Berita

Membangun Keluarga Harmonis: Kelas Pola Asuh Anak di Konawe Dorong Peran Aktif Orang Tua

93

Info-Sultra.com | Konawe – Yayasan Zahrotul Jannah Konawe menggelar kelas pola asuh anak pada Sabtu, 31 Mei 2025, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya peran orang tua dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang keluarga, termasuk orang tua murid dan para guru dari TK Azzahra, dengan tema khusus “Komunikasi Efektif dan Anak dalam Membangun Kepercayaan dan Kasih Sayang.”

Hadir sebagai pemateri utama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe, Noor Jannah, ST., M.Si, mengusung pendekatan pengasuhan berbasis nilai dan komunikasi empatik. Ia membuka ruang diskusi kritis tentang dinamika keluarga modern di tengah arus informasi yang deras.

“Tantangan pengasuhan hari ini bukan lagi soal kekurangan informasi, tetapi bagaimana memilah, menerapkan, dan menginternalisasi nilai dalam praktik sehari-hari,” ujarnya dalam pemaparan.

Noor Jannah menegaskan bahwa keluarga, khususnya orang tua, merupakan madrasah pertama dan utama bagi anak. Pola asuh yang baik, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh metode pengajaran, tetapi juga oleh keteladanan, komunikasi yang terbuka, dan konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai di rumah.

Sesi tanya jawab menjadi titik penting dalam kegiatan ini. Para peserta secara aktif menyampaikan pertanyaan yang mencerminkan tantangan nyata, mulai dari kecanduan gawai, kesulitan mengelola emosi, hingga kesenjangan komunikasi dengan anak remaja.

Dalam menanggapi, Noor Jannah tidak hanya memberikan jawaban normatif, tetapi juga menyertakan contoh konkret dan refleksi sosial yang relevan.

“Banyak anak tidak membangkang, mereka hanya tidak tahu bagaimana menyampaikan perasaannya. Tugas orang tua bukan hanya memberi tahu, tetapi juga belajar mendengar,” ucapnya saat menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta.

Suasana diskusi berlangsung cair namun mendalam. Beberapa topik bahkan berkembang menjadi ruang refleksi bersama, membahas pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, kehadiran emosional, hingga spiritualitas dalam mendidik anak.

Untuk memperkuat nilai-nilai pengasuhan, panitia menyisipkan pesan keagamaan melalui kutipan Al-Qur’an:

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” (QS. Al-Anfal: 28)

Ayat tersebut menegaskan bahwa proses mengasuh anak bukan sekadar beban tanggung jawab, melainkan bagian dari perjalanan spiritual orang tua dalam membentuk generasi.

Ketua Yayasan Zahrotul Jannah menuturkan bahwa kelas ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk pembinaan keluarga, dan akan terus diselenggarakan dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan kolaboratif ke depan.

“Kalau anak adalah investasi masa depan, maka kualitas pengasuhan hari ini akan menentukan arah bangsa esok hari,” katanya.

Kegiatan ditutup menjelang siang dengan harapan para peserta membawa pulang tidak hanya materi, tetapi juga kesadaran baru: bahwa membesarkan anak adalah proses belajar sepanjang hayat—yang membutuhkan ilmu, cinta, dan keteladanan.

Laporan: Nasir Alex