Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang RPJMD bukan sekadar forum administratif, melainkan kesempatan emas untuk menentukan arah pembangunan Konawe menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. “Lima tahun terakhir telah menjadi periode transformasi luar biasa, tetapi di balik pertumbuhan ekonomi yang tinggi, masih banyak tantangan yang harus kita atasi bersama,” ujarnya.
Salah satu tantangan besar adalah ketergantungan ekonomi pada sektor industri pengolahan, yang menyumbang lebih dari tiga perempat pertumbuhan ekonomi Konawe. Yusran memperingatkan bahwa jika terjadi penurunan ekspor sebesar 20%, ekonomi Konawe berpotensi terkontraksi hingga 7%. “Industri kita tumbuh pesat, tetapi keterkaitannya dengan sektor pertanian masih lemah. Petani belum menikmati manfaatnya,” paparnya.
Visi Konawe 2025-2029: Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan
Berdaya Saing: Meningkatkan produktivitas, inovasi, dan infrastruktur.
Sejahtera: Memastikan kualitas hidup yang baik dengan pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.
Adil: Pembangunan yang merata tanpa diskriminasi.
Berkelanjutan: Menjaga keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Enam Misi Strategis
Untuk mewujudkan visi tersebut, enam misi strategis ditetapkan:
Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan berkualitas.
Peningkatan daya saing ekonomi melalui diversifikasi dan inovasi.
Optimalisasi tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.
Penguatan ketahanan sosial budaya dan pelestarian kearifan lokal.
Pemerataan pembangunan infrastruktur desa-kota.
Implementasi pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Strategi kedua adalah pengentasan kemiskinan melalui program seperti pembentukan balai latihan kerja, perluasan jaminan sosial BPJS, dan pengembangan desa tematik berbasis produksi. “Kami juga akan meningkatkan honor aparatur desa dan memperbaiki sistem pendataan masyarakat miskin,” tambah Yusran.
Strategi ketiga adalah transformasi digital pemerintahan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Langkah konkretnya termasuk penerapan sistem reward and punishment bagi ASN dan pengembangan layanan Smart Konawe untuk pelayanan publik yang lebih efisien.
Strategi keempat adalah membangun rantai nilai yang menghubungkan sektor pertanian dengan industri pengolahan, serta sektor pariwisata dengan ekonomi kreatif. Beberapa proyek prioritas meliputi pembangunan sentra agrowisata, pengembangan pasar pangan di Abelisawa, dan pembangunan jembatan penghubung Morosi.
Yusran menekankan bahwa transformasi ini membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. “Kita berada di persimpangan sejarah. Pilihan ada di tangan kita: melanjutkan pola lama atau membangun Konawe yang lebih berkeadilan,” ucapnya.
Dengan dimulainya Musrenbang ini, Konawe menapaki jalan baru menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan harapan dapat menciptakan kemakmuran yang merata bagi seluruh masyarakat.
Laporan: Redaksi
