Berita

Sendang Mulya Sari Pionir Digitalisasi Data Kelurahan di Konawe

257

Info-Sultra.com | Konawe – Inovasi berbasis data kembali lahir dari Kecamatan Tongauna. Kelurahan Sendang Mulya Sari resmi ditetapkan sebagai percontohan Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) ke-3 di Kabupaten Konawe, setelah sebelumnya predikat tersebut diraih Kelurahan Toriki dan Kelurahan Tumpas.

Peluncuran program dan data Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) ini digelar pada Senin (11/8/2025), dihadiri Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala BPS Kabupaten Konawe, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Konawe.

Bupati Konawe, Yusran Akbar, melalui sambutan yang dibacakan Asisten III, menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi “Membangun Desa, Menata Kota, Mewujudkan Konawe Bersahaja”. Menurutnya, Kelurahan Cinta Statistik bukan sekadar proyek statistik, melainkan fondasi pembangunan yang presisi.

“Desa dan kelurahan kini menjadi subjek pembangunan. Data yang akurat akan menjadi navigasi kebijakan kita,” tegasnya.

Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, menyebut keberhasilan Kelurahan Sendang Mulya Sari patut menjadi rujukan.

“Program ini bisa diamati, ditiru, bahkan dimodifikasi sesuai karakter daerah. Yang penting, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terbangun, serta digitalisasi data berjalan,” ujarnya.

Lurah Sendang Mulya Sari, Suyono, mengungkapkan bahwa proses pembaruan data kependudukan memakan waktu sekitar dua bulan, melibatkan ketua RT dan agen data. Sistem PADUKA (Pembaruan Data Kependudukan Kelurahan) yang mereka kembangkan memungkinkan data diperbarui setiap bulan—mulai dari warga yang pindah, datang, lahir, hingga meninggal dunia.

“Inilah yang membedakan kami. Aplikasi PADUKA membuat data selalu segar dan siap digunakan,” ungkap Suyono.

Camat Tongauna, Muh. Idil Daud, SE, memberi apresiasi khusus. Menurutnya, aplikasi PADUKA menjadi penopang besar dalam kerja pemerintahan kecamatan.

“Dulu kami harus mengumpulkan data dari berbagai sumber, sekarang cukup buka aplikasi, semua informasi tersedia—mulai dari jumlah penduduk, pekerjaan, hingga kondisi sosial-ekonomi,” jelasnya.

Ia menambahkan, data akurat mempermudah perencanaan program, penyaluran bantuan, hingga pengawasan kegiatan masyarakat.

“Kebijakan tidak lagi berbasis perkiraan, tapi realitas lapangan. Jika seluruh kelurahan di Tongauna mengadopsi sistem serupa, koordinasi antar-wilayah dan kabupaten akan semakin cepat dan tepat sasaran. Dampaknya jelas: percepatan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih efisien,” tegasnya.

Usai kegiatan, Lurah Sendang Mulya Sari, Suyono menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan program ini.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami bisa memperbarui setiap data yang ada. Ke depan, data yang kami miliki sudah valid dan berkualitas. Dalam proses pengumpulan data, agen-agen kami turun langsung ke lapangan door to door untuk memvalidasi, termasuk mendata warga yang tinggal di luar daerah,” jelasnya.

Suyono juga menuturkan bahwa pihaknya memberdayakan warga setempat, khususnya generasi muda, untuk terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan data.

“Saat ini layanan aplikasi Cinta Statistik sudah bisa diakses secara online, meski masih tahap manual. Masyarakat dapat mengaksesnya dari mana pun, dan yang terpenting, mereka merasa puas dengan pelayanan kami,” tambahnya.

“Terakhir, Lurah Sendang Mulya Sari, Melalui program Launching dan Expose Cinta Statistik ini, kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati manfaatnya, tetapi juga menjadi warga yang cerdas—dengan data yang akurat berada di genggaman mereka.”

Lp : Redaksi