Info-Sultra.com | Konawe – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 di Kabupaten Konawe ditandai dengan penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira. Kegiatan yang dipusatkan di halaman eks MTQ Kecamatan Unaaha ini diikuti ribuan pelajar dari berbagai SMP dan SMA di wilayah Konawe.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., M.M., Kepala BNN Kabupaten Konawe, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Direktur Bank Bahteramas, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan generasi muda relawan kemanusiaan.
Ketua PMI Kabupaten Konawe, Sarina Yusrin Ushar, S.E., saat membacakan pidatonya menegaskan bahwa DIKLATSAR bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
“Melalui DIKLATSAR ini, kita ingin mencetak relawan muda yang peduli, tangguh, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
“Estafet perjuangan kemanusiaan kini kita serahkan kepada generasi muda melalui wadah PMR,” tegasnya.
Dalam wawancara, Sarina Yusrin Ushar, S.E., juga menekankan bahwa tujuan utama pendidikan dasar PMR adalah membentuk relawan baru di tingkat satuan pendidikan.
“PMI Konawe menjadi fasilitator untuk membina relawan muda agar lebih mandiri, mampu meringankan kesulitan, dan hadir saat terjadi musibah di tengah masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa target PMI Konawe bukan hanya memberi edukasi kepalangmerahan di sekolah, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif dalam ajang nasional, termasuk Jumbara Nasional.
“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kendala karena Pemerintah Daerah Konawe selalu mendukung penuh kegiatan PMI. Pesan saya, tetaplah kompak, jaga semangat, dan ikuti rangkaian kegiatan hingga tuntas,” tambahnya.
“Melalui DIKLATSAR, generasi muda dibentuk menjadi pribadi berkarakter, peka, dan siap menjadi relawan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menegaskan DPRD siap mendukung program PMI, baik dari sisi regulasi maupun penganggaran sesuai kemampuan daerah.
“Kami berharap kader PMR bisa menjadi pionir kemanusiaan, menerapkan ilmu yang diperoleh, serta menjadi teladan dalam menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungannya,” tutupnya.
Sementara ditempat yang sama, Ketua panitia kegiatan, Muhammad Regen Solihin, turut menyampaikan harapannya agar PMI Konawe konsisten mencetak kader relawan muda.
“Ke depan, PMI Konawe akan terus mendorong lahirnya relawan muda yang berdaya, kreatif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkahnya,” ujarnya.
Regen juga memaparkan jumlah peserta yang mengikuti DIKLATSAR tahun ini. Untuk PMR Madya tercatat sebanyak 462 peserta dari 21 sekolah, sementara PMR Wira berjumlah 266 peserta dari 10 sekolah. Selain itu, hadir pula 186 pembina dari 31 sekolah serta 66 panitia Wira dari 5 sekolah.
“Dengan demikian, total keseluruhan peserta, pembina, dan panitia yang terlibat dalam kegiatan ini mencapai 980 orang,” jelasnya.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan antusiasme luar biasa dari sekolah dan generasi muda Konawe untuk terlibat aktif dalam gerakan kemanusiaan melalui wadah PMR.
Dengan terselenggaranya DIKLATSAR PMR Madya dan Wira ini, PMI Konawe optimistis mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif di sekolah, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Laporan: Nasir Alex
