Lanudad Konasara yang rencananya dibangun di atas lahan seluas 180 hektare diproyeksikan menjadi salah satu pangkalan strategis TNI Angkatan Darat di Sulawesi Tenggara. Selain fungsi pertahanan, pembangunan pangkalan udara ini diharapkan membuka peluang investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Bupati Ikbar menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Lanudad Konasara. Menurutnya, kehadiran bandara militer ini akan berdampak positif bagi perekonomian lokal, memperkuat pertahanan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Konawe Utara.
“Kami akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Lanudad Konasara. Selain memperkuat pertahanan negara, bandara ini juga membuka peluang investasi baru, meningkatkan kualitas infrastruktur, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Bupati Ikbar.
“Kehadiran Penerbad di wilayah ini bukan hanya untuk memperkuat gelar pasukan, tetapi juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur pendukung dan peluang usaha baru,” jelas Mayjen Zainudin.
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, telah digelar Focus Group Discussion (FGD) di salah satu hotel di Kendari. FGD ini membahas hasil kajian studi kelayakan, rencana induk bandara, serta rancangan teknik terinci pembangunan Lanudad Konasara dan Skadron 22 Sena Puspenerbad, sebagai dasar perencanaan pembangunan yang matang dan berkelanjutan.
Dengan pembangunan Lanudad Konasara, Konawe Utara diproyeksikan menjadi wilayah strategis yang memadukan fungsi pertahanan dan pembangunan ekonomi, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah penopang pertahanan nasional.
Laporan: Redaksi
