Berita

KPA Kelopak Tenggara Gelar Aksi Bersih-bersih di Permandian Batu Lapis

52

Info-Sultra.com | Konawe — Komunitas Pecinta Alam (KPA) Kelopak Tenggara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Permandian Batu Lapis, Desa Garuda, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe. Kegiatan ini diikuti puluhan relawan, mulai dari anggota komunitas pendaki hingga siswa-siswi pecinta alam dari berbagai SMA di Kecamatan Abuki.

Sejak pagi, kawasan permandian yang biasanya ramai wisatawan itu tampak berbeda. Para peserta dengan sarung tangan, karung, dan alat penjepit sampah menyusuri aliran sungai dan bebatuan besar di sekitar lokasi. Mereka bekerja bergotong royong mengumpulkan sisa-sisa plastik, pecahan botol, dan kertas bekas yang berserakan di area wisata.

Ketua KPA Kelopak Tenggara, Asdin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin komunitasnya untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam di wilayah Konawe.

“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua orang. Alam ini indah karena kita rawat, bukan karena dibiarkan,” kata Asdin.

Dalam kegiatan tersebut, para relawan berhasil mengumpulkan 21 karung sampah. Sebanyak 18 karung berisi sampah plastik dan kertas, sedangkan 3 karung lainnya berisi pecahan botol kaca. Setelah ditimbang, total berat seluruh sampah mencapai 1.080 kilogram atau sekitar 1,08 ton.

Menurut Dewan Pendiri KPA Kelopak Tenggara, aksi ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar memahami dampak buruk sampah terhadap ekosistem alam.

“Kami ingin pelajar dan masyarakat tahu bahwa setiap sampah yang dibuang sembarangan akan kembali kepada kita dalam bentuk kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan bersih-bersih ini juga dirangkaikan dengan sesi diskusi singkat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan upaya pelestarian lingkungan di kawasan wisata. Para siswa peserta kegiatan tampak antusias mendengarkan penjelasan dari para anggota senior KPA Kelopak Tenggara mengenai cara memilah dan mengurangi sampah plastik dalam aktivitas sehari-hari.

Selain membersihkan area wisata, para peserta juga melakukan penanaman bibit pohon di sekitar kawasan permandian. Aksi ini menjadi simbol komitmen komunitas tersebut terhadap upaya penghijauan dan konservasi.

“Kami tidak ingin hanya datang membawa karung, tapi juga meninggalkan sesuatu yang hidup untuk masa depan,” tutur salah satu peserta dari SMA Abuki.

KPA Kelopak Tenggara berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan komunitas lingkungan di wilayah Kabupaten Konawe.

“Kami percaya, perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Kalau setiap orang mau bergerak sedikit saja untuk tidak membuang sampah sembarangan, maka alam kita akan jauh lebih baik,” ujar Asdin menutup keterangannya.

Permandian Batu Lapis sendiri merupakan salah satu destinasi wisata alam favorit di Konawe yang setiap akhir pekan dikunjungi ratusan warga. Namun, peningkatan jumlah wisatawan kerap menimbulkan persoalan baru: tumpukan sampah yang sulit dikendalikan. Aksi seperti yang dilakukan KPA Kelopak Tenggara menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari komunitas kecil yang memiliki niat besar.

 

Laporan: Nasir Alex