Berita

PPNI Sultra dan Puskesmas Puriala Tingkatkan Kesiapsiagaan Perawat Lewat Pelatihan BTCLS

141

INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Puskesmas Puriala menggelar Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme perawat dalam memberikan pelayanan gawat darurat.

Pelatihan yang diikuti puluhan tenaga perawat ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPW PPNI Sulawesi Tenggara, Heryanto, AMK., SKM. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di tengah perubahan besar dalam sistem kesehatan nasional.

Heryanto menyoroti lahirnya Undang-Undang Kesehatan yang baru yang membawa banyak perubahan signifikan, termasuk penegasan kembali peran organisasi profesi sebagai lembaga resmi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Organisasi profesi bukan hanya wadah berkumpul, tetapi lembaga yang bertugas memastikan standar kompetensi dan perlindungan bagi perawat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan kehadiran Pusbakti Klat, lembaga pelatihan resmi yang dibentuk DPP PPNI sebagai bagian dari sistem pendidikan berkelanjutan yang lebih terstruktur dan profesional.

“Pusbakti Klat hadir sebagai bentuk komitmen PPNI dalam menyiapkan perawat yang kompeten dan adaptif, terutama di era digital ketika segala informasi sangat cepat tersebar dan mudah viral,” katanya.

Untuk memaksimalkan proses pembelajaran, pelatihan ini juga menghadirkan sesi khusus melalui video call bersama instruktur nasional dari PPNI. Dalam sesi virtual tersebut, peserta mendapatkan penjelasan teknis mengenai algoritma penanganan henti jantung, simulasi skenario kegawatdaruratan, serta sesi tanya jawab interaktif yang memperluas wawasan peserta tanpa harus menghadirkan instruktur secara fisik.

Kegiatan video call ini menjadi nilai tambah dalam pelatihan, karena memungkinkan transfer pengetahuan secara langsung dari para ahli yang berada di luar daerah, sekaligus memperkuat model pembelajaran hybrid di lingkungan tenaga kesehatan.

Selain peningkatan kapasitas, Heryanto menegaskan PPNI juga memberi perhatian serius terhadap perlindungan hukum bagi anggotanya melalui Badan Bantuan Hukum (BBH). Ia mencontohkan kasus kekerasan terhadap perawat di ruang ICU Kendari, di mana BBH turun langsung memberikan pendampingan.

“Ini bukti bahwa PPNI hadir untuk melindungi rekan-rekan perawat, baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun pada praktik mandiri,” jelasnya.

Sebagai Ketua DPW PPNI Sultra sekaligus Ketua DPP Bidang Pemberdayaan Politik, Heryanto mengingatkan seluruh perawat untuk memastikan diri tetap terdaftar dalam organisasi profesi.

“UU telah menegaskan bahwa setiap tenaga kesehatan wajib bernaung dalam organisasi profesi. Bagi perawat, PPNI adalah satu-satunya organisasi resmi. Ini penting bukan hanya untuk legalitas, tetapi juga perlindungan praktik,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kasus kesalahpahaman layanan kesehatan yang terjadi di Kabupaten Muna Barat dan menjadi viral. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengingat untuk terus bekerja sesuai prosedur.

“Hal kecil sangat mudah menjadi besar di era digital. Karena itu, kita harus cermat, taat prosedur, dan selalu menjaga standar pelayanan,” pesannya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Konawe, Yones, SE., MM, memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan BTCLS ini. Menurutnya, peningkatan kemampuan perawat dalam penanganan kegawatdaruratan merupakan kebutuhan mendesak, terutama bagi wilayah puskesmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif DPW PPNI Sultra dan Puskesmas Puriala. Kompetensi BTCLS bukan lagi sekadar tambahan, tetapi kebutuhan wajib bagi perawat di lini terdepan pelayanan,” ujar Yones.

Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Konawe terus mendukung program pelatihan yang bertujuan meningkatkan mutu layanan kesehatan di daerah, terlebih Konawe masih memiliki wilayah terpencil yang memerlukan tenaga kesehatan dengan kemampuan respons cepat.

“Perawat yang memiliki keahlian BTCLS dapat memberikan intervensi cepat yang menentukan keselamatan pasien. Dengan semakin banyak tenaga yang tersertifikasi, kualitas layanan di Konawe pasti akan meningkat,” tambahnya.

Yones berharap pelatihan serupa dapat diperluas ke puskesmas lain di Kabupaten Konawe agar pemerataan kualitas SDM kesehatan dapat tercapai.

Pelatihan BTCLS di Puriala ini menjadi langkah konkret meningkatkan kompetensi perawat di tingkat pelayanan primer. Kerja sama antara DPW PPNI Sultra dan Puskesmas Puriala ditambah dengan integrasi pembelajaran melalui video call diharapkan menjadi model sinergi modern dalam memperkuat kesiapsiagaan layanan gawat darurat di Kabupaten Konawe.

 

Laporan: Redaksi