INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Tuntutan masyarakat Routa kabupaten Konawe kembali di gelar senin kemarin dan akan berlangsung selama beberapa hari mendatang, namun ironisnya pihak perusahaan SCM menghadang masyarakat termasuk logistik makanan yang akan di bawah masyarakat menuju lahan kebun mereka.
Masyarakat routa sangat menyayangkan pihak perusahaan cenderung menutup diri dan membenturkan masyarakat dengan polisi bahkan masyarakat sebagai pemilik lahan kerap di datangi tim perusahaan yang beranggotakan sekuriti, polisi dan kehutanan untuk menakut-nakuti masyarakat dengan dalih penyerobotan kawasan hutan.
Padahal sejak Indonesian belum merdeka nenek moyang kami sudah tinggal dihutan meramu makanan dengan cara mengolah perkebunan dihutan kata Udin selaku masyarakat Routa.
Ada dua poin terpenting yang harus diketahui oleh pemda Konawe
1. Kami masyarakat routa harus benar-benar diperhatikan jangan lahan perkebunan nenek moyang kami di serobot seenaknya kekayaan Alam kami digerus tanpa ada keadilan kepada kami sebagai pemilik lahan dan kepada siapa kami minta bantuan kalau bukan kepada pemerintah daerah Konawe, pemda konawe jangan menutup mata.
2. Sesuai Ijin usaha perusahaan PT SCM adalah mendirikan pabrik bukan eksplorasi ataupun eksploitasi semata kalau perusahaan tersebut tidak punya niat untuk mendirikan pabrik maka silahkan tinggalkan kecamatan routa sebab kami tidak ingin kampung kami rusak dan terjadi bencana seperti di Sumatra dan aceh, semoga pemerintah pusat melalui kementerian ESDM mendengarkan jeritan kami. Udin dkk.
Laporan: ( Ns/Red)
