INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe terus memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, Selasa 18 Desember 2025
Kegiatan penyerahan bantuan diawali dengan laporan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe, H. Gunawan Samad, SP, di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Konawe. Dalam laporannya disampaikan bahwa bantuan Alsintan yang disiapkan meliputi empat unit combine harvester, lima unit rotavator, empat unit Alsintan roda empat, serta bantuan Alsintan berupa drone penyemprot yang dilengkapi dengan genset.
Dalam sambutannya, Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST, menegaskan bahwa penyerahan bantuan Alsintan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut difokuskan pada pengelolaan lahan basah atau sawah, peningkatan produktivitas pertanian, serta pengembangan korporasi petani yang berkelanjutan.
Bupati berharap agar bantuan yang diberikan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat nyata bagi kelompok penerima. Dengan luas lahan sawah potensial mencapai sekitar 26 ribu hektare, Pemkab Konawe menargetkan peningkatan produksi gabah dan beras. Berdasarkan data terakhir pada November, produksi beras tercatat sekitar 123 ribu ton, dan dengan adanya bantuan Alsintan ini diharapkan angka tersebut dapat terus meningkat.
Yusran Akbar juga mengingatkan secara tegas agar para penerima bantuan tidak mencoba memindahtangankan atau membawa Alsintan ke daerah lain. Ia menegaskan bahwa apabila di kemudian hari ditemukan bantuan Alsintan berada di luar wilayah peruntukannya, maka pihak penerima siap berhadapan dengan proses hukum.
“Saya dan Wakil Bupati serius dan tidak akan main-main. Bantuan ini harus benar-benar digunakan untuk kepentingan petani kita. Pemerintah sangat peduli kepada petani, sehingga bantuan Alsintan sudah berulang kali diberikan. Tolong jangan diperjualbelikan atau disalahgunakan,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Bupati Konawe menegaskan komitmen untuk memajukan sektor pertanian, baik persawahan maupun hortikultura. Ia juga meminta Kepala Dinas terkait untuk menyiapkan data pemetaan distribusi Alsintan yang telah disalurkan, karena pemerintah daerah akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan, seiring dengan pengawasan dari Kementerian Pertanian.
Sementara itu, Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., menambahkan bahwa penggunaan Alsintan harus sesuai dengan standar dan peruntukannya. Ia menegaskan tidak ingin mendengar adanya penyalahgunaan atau pengalihan fungsi alat setelah diserahkan kepada kelompok penerima.
“Alat roda dua, misalnya, diperuntukkan untuk membajak sawah. Jangan sampai setelah tiga bulan justru berubah fungsi. Penggunaannya harus tetap sesuai tujuan awal,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menyoroti pemanfaatan jonder yang telah memiliki pembagian tugas yang jelas. Menurutnya, penggunaan alat tersebut harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh petani.
Pemerintah Kabupaten Konawe berharap, melalui penyaluran bantuan Alsintan ini, produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan memberikan dampak nyata bagi petani serta masyarakat luas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Laporan: Redaksi
