Berita

Ketika Tembok Menjadi Saksi: Media dan Rutan dalam Secangkir Kopi

3

INFO-SULTRA.COM, UNAAHA – Pagi itu, Rabu (4/2/2026), suasana Ruang Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha tidak sekadar menjadi ruang kerja administratif. Pada pukul 09.00 WITA, ruang tersebut menjelma sebagai arena dialog terbuka yang sarat makna institusional, ketika Kepala Rutan Unaaha menerima insan pers dalam agenda coffee morning yang dirancang sebagai simbol keterbukaan dan akuntabilitas publik.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya strategis Rutan Kelas IIB Unaaha dalam memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus membangun relasi kemitraan yang profesional dan berkelanjutan dengan media massa. Di tengah dinamika tuntutan transparansi lembaga negara, pertemuan ini menjadi penegasan bahwa pemasyarakatan tidak berdiri dalam ruang tertutup, melainkan hadir untuk dapat dipahami dan diawasi publik secara objektif.

Dalam suasana dialogis yang tertata namun hangat, Kepala Rutan Unaaha memaparkan berbagai kebijakan, program, serta langkah-langkah institusional yang telah dan akan dijalankan. Mulai dari pelaksanaan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga strategi penguatan keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan disampaikan secara terbuka dan sistematis.

Pertemuan tersebut juga membuka ruang partisipatif bagi insan media untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan kritis, serta masukan konstruktif. Interaksi dua arah ini menegaskan posisi media bukan sekadar sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai mitra strategis dalam membangun pemahaman publik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

“Media memiliki peran fundamental dalam membentuk persepsi publik. Oleh karena itu, keterbukaan informasi dan komunikasi yang sehat menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” ujar Kepala Rutan Unaaha dalam diskusi.

Lebih dari sekadar agenda seremonial, coffee morning ini mencerminkan kesadaran institusional bahwa kepercayaan publik dibangun melalui transparansi, dialog, dan konsistensi kinerja. Dalam konteks tersebut,

Rutan Kelas IIB Unaaha menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Melalui sinergi yang berkelanjutan bersama media massa, Rutan Unaaha berharap pelaksanaan tugas pemasyarakatan tidak hanya berjalan efektif secara internal, tetapi juga dapat dipahami, diawasi, dan dipercaya oleh masyarakat luas.

 

Laporan: QL