INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Menjelang Bulan Ramadan 1447 H, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Unaaha bergerak cepat dan tanpa kompromi dalam menjaga keandalan pasokan listrik di Kabupaten Konawe. Berbagai langkah taktis digencarkan demi memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan tanpa gangguan pemadaman.
Kepala ULP PLN Unaaha, B. Jonet P. Ashari, yang akrab disapa Jonet, menegaskan bahwa keselamatan kerja dan keandalan jaringan adalah harga mati.
“Kami tidak ingin ada celah. Setiap hari kami awali dengan apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta apel teknik untuk memastikan seluruh personel siap, disiplin, dan patuh pada standar operasional,” ucapnya tegas.
Menurut Bang Jonet, apel rutin bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kontrol dan komitmen agar setiap petugas memahami risiko kerja di lapangan.
“Jaringan listrik ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Tidak boleh ada kelalaian,” terangnya.
Tak hanya itu, tim teknik ULP Unaaha juga melakukan penggantian material jaringan distribusi yang dinilai sudah tidak optimal. Komponen-komponen yang berpotensi menimbulkan gangguan langsung ditindak.
“Kami lebih memilih mencegah daripada menunggu padam. Material yang rawan langsung kami ganti,” jelasnya.
Patroli jaringan dilakukan menyeluruh di semua wilayah kerja. Gardu distribusi, jalur kabel, hingga titik-titik rawan gangguan menjadi perhatian khusus.
“Kami bergerak sebelum gangguan terjadi. Deteksi dini adalah kunci,” tambahnya.
Salah satu persoalan krusial yang kerap menjadi penyebab gangguan adalah pohon yang tumbuh mendekati bahkan menyentuh jaringan listrik. Apalagi saat angin kencang dan hujan deras, risiko korsleting hingga padam massal semakin besar.
Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Unaaha, B.Jonet P Ashari pun menyampaikan imbauan keras kepada masyarakat.
“Mohon bantuannya untuk keselamatan bersama. Jika ada pohon yang sudah mendekati jaringan listrik, kami harap dapat direlakan untuk ditebang atau dirampal oleh tim PLN,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan PLN, melainkan demi keselamatan warga.
“Jangan anggap remeh pohon yang menyentuh kabel. Itu bisa berbahaya, bahkan mengancam keselamatan,” tegasnya.
Bagi warga yang ingin menebang pohon secara mandiri, ia meminta agar tidak bertindak sendiri tanpa koordinasi.
“Silakan lapor ke PLN terdekat terlebih dahulu. Kami akan melakukan pengamanan jaringan agar proses penebangan aman bagi warga dan tidak merusak sistem kelistrikan,” jelasnya.
Menjelang Idul Fitri, ULP PLN Unaaha menetapkan status siaga total. Personel teknik, peralatan, dan kendaraan operasional dipastikan dalam kondisi prima.
“Kami ingin masyarakat Konawe merayakan Idul Fitri dengan tenang, tanpa gangguan listrik. Itu komitmen kami,” pungkasnya.
Dengan langkah preventif, patroli intensif, dan siaga penuh, PLN ULP Unaaha menunjukkan bahwa menjaga terang di tengah masyarakat bukan sekadar tugas, melainkan tanggung jawab yang dijalankan dengan keseriusan penuh.
Laporan : ( Ns/Red )
