Berita

Hadiri Upacara Melasti, Wabup Konawe Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

3

INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si menghadiri pelaksanaan upacara Melasti yang digelar umat Hindu di kawasan Bendung Wawotobi, Kabupaten Konawe, dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Senin (16/3/2026).

Kehadiran Wakil Bupati Konawe tersebut menjadi bentuk dukungan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Konawe terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah itu.

Dalam kesempatan tersebut, Syamsul Ibrahim juga menyerahkan bantuan sebesar Rp200 juta dari Pemerintah Kabupaten Konawe kepada umat Hindu sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan serta pembinaan umat Hindu di Kabupaten Konawe.

Di hadapan ratusan umat Hindu yang mengikuti prosesi sakral tersebut, Syamsul Ibrahim menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman dan penuh kedamaian,” ujar Syamsul Ibrahim.

Ia menuturkan bahwa Kabupaten Konawe dikenal sebagai daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan kekayaan sosial yang harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati dan menghargai.

Menurut Syamsul, ritual Melasti yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Hindu, yakni sebagai proses penyucian diri dan alam semesta sebelum memasuki hari suci Nyepi.

Prosesi tersebut juga mencerminkan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Melasti sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat, terutama dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, serta menjaga keseimbangan dengan lingkungan,” jelasnya.

Ia berharap momentum Hari Raya Nyepi dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Konawe untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman yang ada.

Menurutnya, suasana damai dan harmonis antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Perayaan keagamaan seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga keharmonisan, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai,” katanya.

Di akhir sambutannya, Syamsul Ibrahim berharap seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dapat berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kedamaian. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Bendung Wawotobi yang menjadi lokasi pelaksanaan upacara Melasti.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Wakil Bupati Konawe secara simbolis memukul gong sebanyak enam kali sebagai tanda resmi berakhirnya kegiatan tersebut. Pemukulan gong itu disambut tepuk tangan umat Hindu yang hadir dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Wakil Bupati Konawe, tokoh agama Hindu, panitia kegiatan, serta umat Hindu yang hadir sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan yang terjalin di tengah masyarakat Kabupaten Konawe.

“Semoga rangkaian perayaan Nyepi tahun ini membawa kedamaian dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Konawe,” tutupnya.

 

Laporan: Nasir Alex