INFO-SULTRA.COM, KONSEL – 21-03-2026, Di tengah suasana suka cita perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sejumlah pemuda di Desa rambu-rambu jaya ,Kecamatan ranomeeto,menggelar aksi protes terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang tak kunjung melakukan perbaikan, warga setempat memilih melakukan aksi swadaya dengan menambal lubang jalan menggunakan material seadanya.
Aksi ini dilakukan tepat di momen arus silaturahmi lebaran sedang padat-padatnya. Warga tampak menutup sebagian akses jalan yang berlubang dalam demi mencegah terjadinya kecelakaan bagi para pemudik dan warga yang hendak berkunjung ke rumah kerabat.
Swadaya dan “Kotak Kerelaan” Tanpa bantuan alat berat maupun anggaran pemerintah, warga mengumpulkan dana secara mandiri untuk membeli material seperti pasir, batu, dan semen. Di lokasi pengerjaan, warga juga terlihat menaruh sebuah kotak kayu di pinggir jalan, memohon kerelaan para pengendara yang melintas untuk memberikan sumbangan sukarela guna menambah biaya pembelian material perbaikan jalan tersebut.
“Kami terpaksa begini karena kalau dibiarkan, momen lebaran ini bisa jadi petaka buat pengendara. Sudah berkali-kali diajukan perbaikan tapi tidak ada respons, jadi kami bergerak sendiri saja,” ujar Andi salah satu pemuda desa rambu -rambu jaya
Protes Lewat Aksi Nyata Aksi menutup jalan dan perbaikan swadaya ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan sebuah pesan protes keras kepada instansi terkait. Warga merasa dianaktirikan karena di saat wilayah lain menikmati akses jalan yang mulus untuk mudik, jalan di wilayah mereka justru dipenuhi kubangan yang membahayakan.
Kondisi jalan yang rusak hampir menyeluruh di beberapa titik ini telah dikeluhkan selama bertahun-tahun. Kehadiran warga di jalanan saat hari raya ini pun memancing perhatian banyak pengguna jalan. Meski arus lalu lintas sempat sedikit tersendat akibat penutupan sebagian lajur, banyak pengendara yang justru bersimpati dan mengapresiasi inisiatif warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, perbaikan jalan secara mandiri masih terus berlangsung secara bertahap oleh warga setempat. Masyarakat berharap aksi ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten maupun provinsi agar pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi wacana tahunan.
Laporan : Redaksi
