INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe resmi membuka Festival Kuliner UMKM dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe, Rabu, 8 April 2026, di Kawasan Wisata Kuliner Konawe (Food Court).
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Indra Tinggoa, S.S.T, yang menyampaikan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya memeriahkan HUT Konawe sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, khususnya sektor kuliner.
Dalam laporannya, disebutkan bahwa festival diikuti oleh total 240 pelaku UMKM, terdiri dari 24 UMKM dari STQ, 123 UMKM dari kawasan ICP, serta 93 UMKM dari masyarakat umum Kabupaten Konawe.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata kuliner, melestarikan makanan khas daerah, serta meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM,” ujar Indra.
Setelah laporan panitia, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Thathit Suryono, menyampaikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi digital di kalangan pelaku UMKM, khususnya melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS.
Menurutnya, digitalisasi tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas serta meningkatkan transparansi dan pencatatan keuangan pelaku usaha. Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Konawe yang menghadirkan konsep festival berbasis digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah.
“Bank Indonesia terus mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan bertahan di tengah dinamika ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Festival Kuliner UMKM merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis potensi lokal.
Ia juga menilai, kegiatan seperti ini harus terus didorong agar pelaku usaha memiliki ruang untuk berkembang, berinovasi, dan memperluas jaringan pemasaran.
“Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat. Kami ingin UMKM Konawe mampu naik kelas, meningkatkan kualitas produk, serta mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional hingga nasional,” ujar Yusran.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe akan terus mendorong pengembangan kawasan wisata kuliner sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.
“Ke depan, kawasan ini akan kita tata lebih baik, sehingga menjadi pusat kuliner yang representatif, nyaman, dan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah,” tambahnya.
Usai pembukaan, Bupati Konawe bersama rombongan turut mengelilingi seluruh stan pelaku UMKM. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha serta membeli sejumlah produk makanan dan minuman sebagai bentuk dukungan nyata terhadap UMKM lokal.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT BPR Bahteramas Konawe, Dr. Ahmat, SE., MM, saat diwawancarai menekankan pentingnya kesiapan pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan di era digital, khususnya dari sisi sarana dan prasarana pendukung.
Menurutnya, kemampuan mengoperasikan smartphone menjadi hal mendasar yang harus dimiliki pelaku usaha saat ini. Ia juga menyoroti penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang dinilai paling cepat dan efisien dalam mendukung transaksi.
“QRIS adalah metode pembayaran tercepat untuk mempercepat proses transaksi. Pelaku ekonomi bawah merupakan fondasi ekonomi regional Konawe,” jelasnya.
Ia menambahkan, sektor perbankan memiliki ketentuan tersendiri sesuai regulasi perundang-undangan dan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga dalam mendorong akselerasi digital diperlukan strategi yang tepat, termasuk mendorong permodalan bagi UMKM agar dapat ikut beradaptasi.
“Tentu transaksi uang elektronik jauh lebih cepat dibandingkan uang kartal. Misalnya, pedagang sering terkendala uang kembalian yang memperlambat pelayanan. Proses transaksi manual bisa memakan waktu hingga 10 menit per pembeli, sementara dengan sistem digital bisa jauh lebih cepat,” pungkasnya.
Salah satu pelaku UMKM, Bu Fatma, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia menyebut festival tersebut mampu meningkatkan penjualan serta memperluas jangkauan pelanggan. “Semoga kegiatan ini selamanya berjalan, karena sangat membantu kami para pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Pembukaan festival turut dimeriahkan dengan penampilan Tarian Mondotambe yang dibawakan oleh delapan penari dari Sanggar Seni Anawula SMKN 1 Konawe, terdiri dari enam perempuan dan dua laki-laki, dengan dukungan beberapa alumni.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya kunjungan ke lokasi kegiatan. Beragam kuliner yang ditawarkan, mulai dari makanan tradisional hingga kreasi modern, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Turut hadir mendampingi Bupati Konawe dalam kegiatan tersebut, Ketua PKK kabupaten Konawe, jajaran Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, Bank BRI, serta Bank BPD.
Festival ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi kuliner lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah melalui sektor UMKM.
Laporan : Redaksi
