Berita

Spektakuler! 26 Ribu Warga Konawe Tarian Lulo, Cetak Rekor Dunia

3

INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Perhelatan budaya spektakuler bertajuk Lulo Massal dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-66 mencatat sejarah gemilang. Sebanyak 26 ribu peserta ambil bagian dalam tarian khas Tolaki tersebut, menjadikannya sebagai rekor nasional sekaligus memecahkan rekor dunia.

Kegiatan akbar ini secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, didampingi Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi acara dengan penuh antusias.

Lulo Massal digelar di kawasan ICP (Inolobunggadue Central Park), yang disulap menjadi lautan manusia dengan nuansa adat dan budaya khas Konawe. Para peserta tampil kompak mengenakan busana tradisional, menciptakan harmoni gerakan yang memukau.

Peserta Lulo Massal berasal dari 28 kecamatan se-Kabupaten Konawe. Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Polres Konawe, kelompok pelajar SMA, hingga berbagai organisasi masyarakat (ormas) Tolaki turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam melestarikan budaya daerah.

Ketua Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Osmar Semesta Susilo, MIB, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian luar biasa ini. Ia menegaskan bahwa jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu orang menjadi catatan fenomenal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini bukan hanya rekor nasional, tetapi juga menjadi pencapaian kelas dunia. Konawe berhasil menunjukkan kekuatan budaya lokal yang mampu menyatukan masyarakat dalam skala besar,” ujar Osmar.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya.

“Lulo adalah identitas kita. Melalui momentum HUT Konawe ke-66 ini, kita ingin memperkenalkan budaya kita hingga ke tingkat dunia,” ujarnya.

Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, turut menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi simbol persatuan masyarakat Konawe dari berbagai wilayah.

“Ini bukti bahwa kebersamaan masyarakat Konawe sangat kuat. Kita berharap ini juga berdampak pada peningkatan sektor pariwisata daerah,” katanya.

Sementara itu, Rahman, salah satu peserta asal Kecamatan Soropia, mengaku bangga bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan bersejarah tersebut.

Menurutnya, Lulo Massal ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

“Baru kali ini saya lihat dan ikut langsung Lulo dengan peserta sebanyak ini. Rasanya bangga sekali bisa jadi bagian dari sejarah Konawe,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sumarni, warga Kecamatan Routa. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya meriah, tetapi juga mempererat hubungan antar masyarakat dari berbagai kecamatan.

“Kami dari Routa jauh-jauh datang, tapi semua terbayar. Kegiatannya luar biasa, bisa bertemu banyak orang dan ikut melestarikan budaya kita,” tuturnya.

Sebagai penutup, Bupati Konawe H. Yusran Akbar mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan setelah kegiatan berlangsung. Ia meminta agar sampah tidak ditinggalkan di lokasi acara.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, setelah kegiatan ini selesai mari kita sama-sama menjaga kebersihan. Buanglah sampah pada tempatnya, karena kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Usai rangkaian utama kegiatan, suasana semakin meriah dengan pembacaan undian oleh panitia pelaksana yang disambut antusias oleh para peserta dan masyarakat yang masih bertahan di lokasi acara.

Dengan capaian tersebut, Konawe tidak hanya mencetak sejarah baru di tingkat nasional dan dunia, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam menjaga serta mempromosikan kekayaan budaya lokal ke panggung internasional.

 

Laporan : Nasir Alex