Berita

Stunting Jadi Perhatian Serius, Camat Tongauna Minta Desa Bergerak Cepat

41

INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Pemerintah Kecamatan Tongauna menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor guna memperkuat sinergi perencanaan dan pelaksanaan program pemerintahan, khususnya dalam penanganan stunting yang menjadi isu nasional sekaligus prioritas daerah.

Rakor yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tongauna tersebut dipimpin langsung oleh Camat Tongauna, Muh. Idul Daud, S.E., dan dihadiri seluruh kepala desa dan lurah, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur tenaga kesehatan, BKKBN, Kementerian Agama, serta perwakilan masyarakat se-Kecamatan Tongauna.

Turut hadir Ketua APDESI Kabupaten Konawe, Jumar Lakarama, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Momea. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peran kepala desa dalam mengawal kebijakan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban dana desa.

Camat Tongauna, Muh. Idul Daud, dalam arahannya menegaskan bahwa persoalan stunting tidak boleh dipandang sebagai tanggung jawab satu sektor semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Stunting ini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi kita. Karena itu saya minta seluruh kepala desa benar-benar serius, jangan hanya sebatas kegiatan seremonial,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan penanganan stunting sangat ditentukan oleh keseriusan pemerintah desa dalam menjalankan program yang telah direncanakan, mulai dari penganggaran hingga pelaksanaan di lapangan.

Selain itu, setiap desa diminta aktif melakukan pendataan, pemantauan, serta intervensi terhadap keluarga berisiko stunting, termasuk memastikan program pemberian makanan tambahan, layanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi gizi berjalan optimal.

“Jika ada kendala di lapangan, segera disampaikan. Jangan menunggu masalah membesar baru kita bergerak. Pemerintah Kecamatan Tongauna siap memfasilitasi dan mengoordinasikan dengan instansi terkait,” ujarnya.

Lebih lanjut, Camat Tongauna menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar program penanganan stunting benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Harus ada keterpaduan antara pemerintah desa, puskesmas, kader posyandu, BKKBN, Kementerian Agama, dan unsur masyarakat. Jika semua bergerak bersama, saya yakin target penurunan stunting bisa kita capai,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh aparatur desa menjadikan visi Konawe Bersahaja sebagai landasan dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program.

“Semua yang kita lakukan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itulah esensi dari Konawe Bersahaja,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua APDESI Konawe, Jumar Lakarama, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa.

“Sebagai kepala desa, kita harus memastikan laporan pertanggungjawaban dana desa berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Penyusunan RKPDes juga harus benar-benar mengakomodir kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepala desa memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan setiap program yang dijalankan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam rakor tersebut, isu stunting menjadi pembahasan utama. Camat Tongauna menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Konawe, sebagaimana disampaikan oleh Jumar yang akrab disapa Bang Jho.

“Stunting bukan hanya isu nasional, tetapi juga isu daerah. Karena itu harus kita tangani secara serius dan terintegrasi,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi yang kuat, upaya penurunan angka stunting tidak akan maksimal,” tuturnya.

Selain membahas stunting, rakor juga membahas rencana pelaksanaan kegiatan Musrenbang yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.

“Ini merupakan bentuk penyelarasan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Konawe dengan usulan pembangunan dari desa,” paparnya.

Ia berharap melalui sinkronisasi tersebut, desa-desa di Kecamatan Tongauna dapat terus berkembang.

“Target kita adalah peningkatan status desa, dari desa maju menjadi desa mandiri,” pungkasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kecamatan Tongauna berharap seluruh program pembangunan dapat berjalan selaras, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi terwujudnya Konawe Bersahaja yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Laporan: Nasir Alex