INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Sedikitnya 15 rumah warga di Dusun III, Desa Ameroro, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terendam banjir usai hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Warga menilai banjir ini bukan semata faktor cuaca, melainkan akibat buruknya sistem drainase yang tak berfungsi.
Di lokasi, air menggenangi rumah warga selama beberapa jam. Sejumlah perabotan rumah tangga dilaporkan rusak dan aktivitas masyarakat lumpuh. Warga menyebut genangan terus berulang setiap musim hujan tanpa ada solusi nyata dari pihak berwenang.
“Drainase sudah ada, tapi percuma. Tidak berfungsi karena jalur pembuangannya tertutup. Air tidak punya jalan keluar, akhirnya masuk ke rumah kami,” ujar ibram seorang warga dengan rasa kecewa.
Menurut ibram, saluran drainase tersebut seharusnya disambungkan hingga ke titik pembuangan yang melintasi wilayah Desa Anggopiu. Namun hingga kini, kelanjutan pembangunan tak pernah terealisasi. Akibatnya, aliran air terhenti dan menumpuk di kawasan permukiman Dusun III desa Ameroro.
Ibram menilai persoalan ini seharusnya bisa dicegah jika ada koordinasi dan penyelesaian lintas desa. Kami mendesak pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten segera turun tangan dan mencari solusi permanen, bukan sekadar penanganan sementara.
Tak hanya itu, kata ibram warga di wilayah tersebut juga secara terbuka menyoroti peran wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) IV yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan nyata terhadap persoalan infrastruktur dasar di wilayah tersebut.
“Kami punya wakil rakyat di dapil IV, tapi sampai sekarang banjir terus terjadi. Kami butuh tindakan, bukan janji,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kecamatan Uepai, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Ameroro, maupun instansi teknis terkait mengenai penyebab pasti serta langkah konkret penanganan banjir yang merendam permukiman warga di Desa Ameroro.
Laporan: Nasir Alex
