INFO-SULTRA.COM, KONAWE – PB.HAM SULTRA menyoroti aktivitas hauling yang dilakukan oleh PT TPM yang dinilai telah menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah titik di beberapa kelurahan di kecamatan anggaberi khususnya titik terparah kelurahan lawulo , kelurahan, unaasi dan kelurahan toriki.
Ketua umum PB.HAM SULTRA MUH.Supril menyampaikan bahwa aktivitas penggangkutan CPO dengan intensitas tinggi diduga menjadi penyebab utama rusaknya jalan penghubung antar kelurahan di kecamatan anggaberi yang dimana menjadi tumpuan harapan masyarakat sebagai akses utama ekonomi.tapi dengan kondisi kerusakan tersebut sangat mempengaruhi hilir mudik dan aktivitas masyarakat Kec anggaberi
Kondisi ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas melihat mobil CPO sering kompoi yang sangat meresahkan pengedara motor di jalanan
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat di beberapa kelurahan di kec.anggaberi terkait jalan yang rusak parah dan berlubang akibat aktivitas hauling serta debu yang Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar KETUA PB.HAM SULTRA
Kerusakan infrastruktur tersebut dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap operasional perusahaan PT.TPM khususnya dalam hal kepatuhan terhadap aturan penggunaan jalan umum dan tanggung jawab pemeliharaan.
PB.HAM SULTRA pun mendesak pemerintah daerah (Pemda) serta DPRD setempat untuk segera mengambil langkah tegas. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap izin operasional PT TPM, termasuk penegakan kewajiban perbaikan jalan yang terdampak.
Selain itu, Pemda diminta untuk tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga proaktif dalam memastikan setiap aktivitas industri tidak merugikan masyarakat luas.
“Kami meminta Pemda dan DPRD turun langsung ke lapangan, melihat kondisi nyata, dan segera mengambil tindakan. Jika ada pelanggaran, harus ada sanksi tegas,” tegasnya
PB.HAM SULTRA akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas,dan akan melakukan aksi demonstrasi dalam waktu dekat ini sampai ada solusi yang berpihak kepada masyarakat.dan akan bertandang di kantor pusat PT.TPM di Jakarta
Masyarakat berharap ada solusi konkret agar infrastruktur yang rusak dapat segera diperbaiki dan aktivitas hauling dapat dikendalikan sesuai aturan yang berlaku.
Laporan : Redaksi
