Berita

BKKBN Koltim Luncurkan Program Siaga Cegah Stunting di Kelurahan

109

Info-Sultra.com | Koltim – Pemerintah Daerah Kolaka Timur (Koltim) melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berupaya mendorong percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program strategis lintas sektor, Rabu (30/4/25)

Salah satu upaya pemerintah daerah kabupaten Kolaka timur dalam mempercepat penurunan angka Stunting adalah dengan melibatkan Desa dan Kelurahan yang memiliki peran strategis ditengah masyarakat

Kepala BKKBN Koltim, Jumaedah, SKM menyampaikan bahwa percepatan atau pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Desa dan Kelurahan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Menurutnya, BKKBN memiliki peran sebagai sekretaris dalam tim percepatan penurunan stunting atau manajemen pelaksana delapan aksi konvergensi stunting di Kolaka Timur

“Kami bertugas memfasilitasi dan menghimpun data, bukan sebagai pelaksana intervensi utama. Aksi satu sampai delapan berada di tangan OPD terkait, mulai dari Bappeda, BPMD, hingga Dinas Kesehatan,” katanya

Perubahan peran BKKBN dalam Audit Kasus Stunting (AKS) juga menjadi salah satu tantangan di tahun ini. Jika tahun 2024, audit kasus masih berada di bawah BKKBN, maka di 2025, kewenangan itu telah dialihkan.

Hal ini kata dia, mendorong BKKBN Koltim untuk berinovasi melalui pendekatan pencegahan, salah satunya adalah dengan mendorong program siaga cegah stunting di tingkat desa dan kelurahan

“Inovasi ini sudah mulai kita implementasikan dengan melounching program siaga cegah stunting ini di Kelurahan Tababu baru-baru ini” ucap Kapala BKKBN Koltim ini

“Pemilihan kelurahan sebagai titik awal dianggap strategis, mengingat kelurahan tidak memiliki dana khusus seperti halnya desa” tambahnya

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan masyarakat kelurahan tertinggal hanya karena tidak ada anggaran intervensi, Padahal masalah stunting juga terjadi di sana.

Hal Inilah yang mendorong kami memulai inovasi ini dari kelurahan. Jadi menurutnya, semua warga masyarakat memilik hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Selain itu, pemerintah daerah juga fokus pada pencegahan stunting melalui intervensi langsung terhadap kelompok sasaran utama, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak di bawah usia dua tahun. Karena, fase seribu hari pertama kehidupan adalah kunci untuk mencegah stunting secara efektif dan berkelanjutan.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Kolaka timur untuk bersatu mendukung pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan angka Stunting di Wonua Sorume

“Kalau sudah terjadi stunting, kita tinggal menangani dampaknya. Tapi kalau belum, mari kita cegah sejak dini, dari seribu hari pertama kehidupan,” pungkasnya.

Laporan : Redaksi