Berita

Dari Pinggir Desa hingga Jantung Kota, Bupati Konawe Buka Peta Arah Pembangunan Baru

107

Info-Sultra.com | Konawe, 3 Juni 2025 — Suasana ruang sidang utama DPRD Kabupaten Konawe pagi itu terasa berbeda. Deretan kursi terisi penuh, wajah-wajah serius menyimak, dan di podium berdiri sosok yang kini menjadi tumpuan harapan ribuan masyarakat Konawe: Bupati Yusran Akbar.

Dengan suara mantap dan pandangan menyapu ruangan, Yusran menyampaikan Rancangan Awal RPJMD 2025–2029 — sebuah dokumen strategis yang akan menentukan wajah Konawe selama lima tahun ke depan. Namun bagi Yusran, ini bukan sekadar rencana pembangunan. Ini adalah janji moral untuk membalik arah pembangunan yang selama ini terlalu sering tertumpu di pusat kota.

“Desa adalah denyut nadi Konawe. Di situlah hidup dimulai, dan di situlah pembangunan sejatinya harus bertumbuh,” ujarnya, dengan intonasi yang menekankan kesungguhan.

Visi besar yang diusungnya pun tak kalah bermakna: “Membangun Desa, Menata Kota Menuju Konawe Bersahaja.” Sebuah frasa yang terdengar sederhana, namun menyimpan harapan besar — tentang kesetaraan, keberlanjutan, dan keberpihakan kepada yang kerap tak terdengar.

Rancangan ini memuat tujuh prioritas utama: mulai dari pembenahan infrastruktur dasar di wilayah pelosok, mendorong ekonomi lokal berbasis potensi khas daerah, hingga membawa digitalisasi masuk ke dalam tata kelola pemerintahan yang lebih transparan.

Namun sesungguhnya, lebih dari angka dan indikator, yang diusung Bupati Yusran adalah cara pandang baru. Bahwa membangun bukan hanya soal gedung tinggi atau jalan lebar, tapi tentang membenahi layanan kesehatan di puskesmas desa, memastikan anak-anak bisa bersekolah tanpa harus menyeberangi sungai, dan membuka akses pasar bagi petani dan nelayan lokal.

“Pembangunan adalah soal keadilan,” lanjutnya. “Dan keadilan hanya hadir jika yang kecil, yang jauh, dan yang diam, akhirnya didengar.”

Setelah pemaparan ini, dokumen Ranwal RPJMD akan melalui berbagai tahap konsultasi publik dan pembahasan DPRD. Tapi bagi masyarakat Konawe, langkah pertama telah diambil: suara mereka, terutama yang berasal dari tepi desa dan sudut kota, akhirnya menemukan tempat di meja perencanaan.

Laporan: Nasir Alex