Info-Sultra.com | Konawe, – Komunitas Musisi Konawe sukses menggelar event musik bertajuk SUARA LOCAL Vol. 1, sebuah panggung alternatif yang mempertemukan puluhan band lokal dari berbagai penjuru Kabupaten Konawe. Di tengah keterbatasan fasilitas, para musisi ini menunjukkan bahwa semangat berkarya bisa tetap menyala—asal ada ruang.
Band-band seperti AKSARA, BLACK NERO, PAPA REGGAE, KOREK, STEREO BAND, MANTRA, D’CORPS, ROCK SCENERY, VIBE SERENADE, BIAWAK BAND, TEMBUS PAGI, MBAKOY BAND, ANNA dan FRIENDS, serta IPLEX menyajikan warna musik yang beragam, mulai dari rock, reggae, hingga pop alternatif. Penampilan mereka bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk nyata dari geliat kreativitas yang tumbuh dari akar rumput.
Ia menambahkan, “Sampai kapan musisi lokal harus jadi penonton di daerahnya sendiri? Kenapa kita masih sering merasa asing di rumah sendiri?” Kalimat ini menjadi refleksi dari kerinduan kolektif akan perhatian yang lebih konkret dari pihak yang punya kuasa membuat kebijakan.
Bayu juga menyoroti potensi ekonomi yang muncul dari acara ini. “UMKM ikut tumbuh, pengunjung datang, dan anak muda punya wadah. Ini bukan cuma konser. Ini ekosistem kecil yang sedang kita rawat,” ungkapnya.
SUARA LOCAL Vol. 1 juga membuktikan bahwa musik adalah media yang menyatukan. Masyarakat dari berbagai latar belakang datang, berbagi energi positif, dan pulang dengan inspirasi baru. Bagi para musisi, ini bukan akhir, tapi justru awal untuk bermimpi lebih besar.
Komunitas Musisi Konawe sendiri menekankan bahwa mereka menjunjung nilai kebersamaan dan kesetaraan dalam berkarya. “Kami bukan cari sensasi. Kami cuma pengin didengar dan dihargai. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tutup pernyataan resmi mereka.
Dengan semangat kolektif yang terus menyala, SUARA LOCAL Vol. 1 menjadi bukti bahwa musik lokal punya tempat—dan layak diperjuangkan. Kini, tinggal menunggu: apakah Pemda akan tetap jadi penonton, atau ikut naik panggung bersama?
Laporan: Nasir Alex
