Berita

Dituding Sebar Hoaks, Oknum Pengatasnamakan Warga Routa Dilaporkan ke Polisi

312

Info-Sultra.com | Konawe, — Puluhan warga dari Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, bersama belasan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), menggelar aksi unjuk rasa di Markas Polda Sultra, Senin (16/6). Mereka mendesak kepolisian memproses secara hukum pihak-pihak yang diduga menyebarkan informasi bohong terkait aktivitas investasi PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

Aksi tersebut digelar oleh massa yang menamakan diri Konsorsium Lembaga Masyarakat Routa Konawe Menggugat. Mereka menilai sejumlah informasi yang beredar di media dan grup percakapan daring telah mencemarkan nama baik masyarakat Routa dan berpotensi mengganggu iklim investasi.

Koordinator aksi, Randi Liambo, menyebut narasi yang menyerang PT SCM kerap mengatasnamakan masyarakat Routa, padahal menurutnya tidak merepresentasikan suara warga setempat.

“Mereka mengaku dari Routa, tapi bahkan tak pernah menginjakkan kaki di sana. Kami sebagai warga asli merasa perlu meluruskan,” kata Randi dalam orasinya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan PT SCM justru membawa dampak positif bagi masyarakat, seperti pembukaan lapangan kerja dan peningkatan akses infrastruktur. Randi pun mengingatkan bahwa bila tidak ada tindak lanjut dari aparat, aksi susulan dengan massa lebih besar akan digelar.

Aktivis: Serangan terhadap SCM Bisa Hambat Investasi

Ketua LSM Lepham Konawe, Suhardin, yang turut mendampingi aksi tersebut, menilai polemik seputar PT SCM sebaiknya diselesaikan melalui dialog, bukan kampanye negatif yang menyudutkan perusahaan.

“Kami menyayangkan adanya pihak-pihak yang terus menyerang PT SCM, bahkan meminta perusahaan ditutup. Padahal, kehadirannya sudah memberi kontribusi awal yang cukup berarti,” ujarnya kepada CNN Indonesia, Selasa (17/6).

Menurutnya, perusahaan telah membuka akses jalan dari Routa ke Morowali, menyediakan beasiswa bagi pelajar, serta menyerap tenaga kerja lokal. Ia menyebut PT SCM juga taat terhadap regulasi pertambangan, lingkungan, hingga izin IPKH.

“Kalau memang ada masalah, harusnya didiskusikan, bukan malah menyebarkan opini di luar yang bisa memicu resistensi terhadap investasi,” tambahnya.

Suhardin menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di daerah agar investor merasa aman dan nyaman dalam menjalankan kegiatan usaha.

“Kalau ada pelanggaran, kita juga tak akan tutup mata. Tapi kalau perusahaan sudah sesuai aturan, kenapa harus terus diserang? Kita juga butuh pembangunan, lapangan kerja, dan peningkatan PAD,” tegas mantan Komisioner KPU Konawe tersebut.

Menurutnya, masyarakat Routa kini merasa dirugikan oleh narasi sepihak yang dibawa oleh oknum tertentu, terutama yang melakukan demonstrasi di luar daerah.

“Investasi selalu saja diganggu. Ini yang perlu kita pikirkan bersama, apakah kita mau terus jadi penonton atau mendukung daerah berkembang,” pungkasnya.

Laporan: Nasir Alex