Berita

Malam Penuh Berkah, Warga Desa Mekarjaya Padangguni, Bersatu Lembur di Masjid Baitul Amin”

106

Info-Sultra.com | Konawe — Suasana malam di Desa Mekarjaya, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tampak berbeda pada Jumat malam, 20 Juni 2025. Halaman Masjid Baitul Amin dipenuhi oleh semangat kebersamaan warga dalam kegiatan lembur kerja bakti malam yang diinisiasi oleh Pengurus Masjid, remaja masjid, dan didukung penuh oleh pemerintah desa.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Ketua Pengurus Masjid Baitul Amin, Saiful Rijal, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat — dari remaja, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa. Turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Desa Mekarjaya, I Nyoman Arnawa, Ketua LPM sekaligus tokoh masyarakat, Syafruddin, serta para pemuda yang tergabung dalam Remaja Masjid Baitul Amin di bawah koordinasi Khotip Maulana.

Kegiatan dimulai selepas salat Isya dan berlangsung hingga larut malam. Fokus utama kerja bakti meliputi pembersihan lingkungan masjid, pengecatan pagar, penataan taman, hingga perbaikan tempat wudhu dan interior masjid.

“Kami ingin masjid ini menjadi tempat yang nyaman dan bersih untuk seluruh jamaah. Apalagi sebentar lagi kita menyambut Tahun Baru Hijriyah. Jadi mari kita bersihkan masjid dan sekaligus niatkan untuk membersihkan hati,” ujar Saiful Rijal.

Remaja Masjid Baitul Amin yang dikomandoi oleh Khotip Maulana tampil sebagai garda terdepan. Dengan penuh semangat mereka mengecat, menyapu, memotong rumput, dan membantu logistik kegiatan.

“Ini bukan cuma soal bersih-bersih. Ini soal belajar bertanggung jawab dan cinta terhadap rumah ibadah kita. Kalau bukan kita yang rawat, siapa lagi?” ujar Khotip Maulana, dengan semangat.

Kehadiran para remaja mendapat apresiasi dari warga. Mereka dianggap sebagai tonggak harapan bagi keberlangsungan semangat sosial di desa.

Tokoh masyarakat sekaligus Ketua LPM, Syafruddin, turut menyampaikan rasa bangganya.

“Ini contoh luar biasa. Bukan hanya membersihkan masjid, tapi juga menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai pudar. Kita harus jaga semangat ini, jangan hanya menjelang hari besar, tapi bisa jadi agenda rutin,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarjaya, I Nyoman Arnawa, yang ikut langsung memantau dan bekerja bersama warga, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terbangun antara pengurus, remaja, dan masyarakat.

“Pemerintah desa sangat mendukung kegiatan seperti ini. Ke depan, kami akan anggarkan melalui dana desa untuk sarana kebersihan dan pemeliharaan masjid. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi pusat pembentukan karakter warga,” ungkapnya.

Ia juga memuji kekompakan warga desa yang tetap terjaga dan mengajak semua pihak untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan spiritual.

Setelah kegiatan selesai, warga berkumpul dalam suasana santai sambil menikmati kopi dan makan malam sederhana yang disiapkan secara gotong royong oleh ibu-ibu PKK dan warga sekitar. Suasana keakraban begitu terasa, memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

Kegiatan kerja bakti malam di Masjid Baitul Amin menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Islam seperti kebersihan, ukhuwah (persaudaraan), dan gotong royong masih hidup dan dijaga dengan baik di Desa Mekarjaya.

“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kegiatan-kegiatan positif lainnya ke depan,” tutup Saiful Rijal dengan senyum penuh harap.

Laporan: ABD. Rokhim, A.Md