Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia HUT RI ke-80, yang juga merupakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Konawe, Muh. Akbar, SP., M.Si. Dalam laporannya kepada Bupati Konawe, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan PORSENI tahun ini mengacu pada:
Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.1/4311/OTDA perihal himbauan kepada pemerintah daerah untuk menyemarakkan HUT ke-80 Republik Indonesia, serta
Keputusan Bupati Konawe Nomor 100.3.3.2/733 Tahun 2025 tentang pembentukan panitia HUT RI ke-80 tingkat kabupaten.
Dari total 28 kecamatan di Kabupaten Konawe, sebanyak 24 kecamatan hadir dalam pembukaan PORSENI ini. Sementara dari 57 kepala OPD dan kepala bagian (Kabag) yang diundang, tercatat 55 orang yang turut hadir dan mengikuti rangkaian acara, jelas Ketua Pelaksana kegiatan saat diwawancarai
Ketua Panitia Muh. Akbar, SP., M.Si. juga menyampaikan bahwa PORSENI tahun ini menghadirkan beragam perlombaan dan pertunjukan yang terbagi ke dalam 6 cabang olahraga, 11 kategori seni dan budaya, serta 5 lomba tradisional, yang digelar sejak 3 Agustus hingga 18 Agustus 2025.
Dalam sambutan resminya, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, menyampaikan rasa syukur dan harapan besar atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya PORSENI sebagai wadah mempererat silaturahmi dan membangkitkan semangat persatuan di tengah masyarakat.
“Lapangan hijau telah terbentang,
Panggung seni berdiri megah,
Atlet dan seniman telah berdatangan,
PORSENI dimulai dengan meriah!”
“Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun ini kita laksanakan dengan konsep yang lebih merakyat, lebih semarak, dan lebih membaur dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bupati.
Di sela kegiatan, Kepala BNNK Konawe, Kompol Tira Wijaya, A.Md., S.H., saat di wawancara menyampaikan bahwa PORSENI memiliki nilai strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan instansi pemerintahan dan generasi muda.
“Olahraga dan seni bukan hanya tentang kompetisi, tetapi menjadi media efektif membentuk karakter, disiplin, dan menjauhkan generasi kita dari bahaya narkotika,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Konawe, Elly Sartika Achmad, S.H., M.H., yang turut hadir dan diwawancara, menyampaikan pandangannya bahwa PORSENI bukan hanya ajang hiburan dan perlombaan, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam dalam membentuk karakter aparatur dan masyarakat yang adil serta berintegritas.
“Kegiatan seperti ini mengajarkan pentingnya sportivitas dan keadilan dalam berkompetisi. Semangat yang sama harus tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam penegakan hukum yang adil, transparan, dan berkeadaban,” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang tercipta antar-lembaga dalam kegiatan ini sebagai wujud nyata kolaborasi untuk membangun Konawe yang harmonis dan berkeadilan.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi rakyat. Mari ramaikan stan UMKM, beli produk lokal, dan dukung pengusaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” tegas Bupati Yusran.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa PORSENI bukan semata-mata soal menang atau kalah, melainkan ajang, Menjunjung tinggi sportivitas, Merayakan perbedaan dan kekayaan budaya, Membangun optimisme dan solidaritas sosial.
“Mari jadikan PORSENI ini sebagai simbol bahwa Konawe adalah daerah yang kuat, sejahtera, dan bersahaja — yang dimulai dari rakyatnya yang saling menguatkan dan menghargai satu sama lain,” ujarnya.
Bupati Konawe menutup sambutannya dengan pekikan semangat yang disambut antusias oleh seluruh peserta, dan Selamat Berlomba
Junjung Tinggi Sportivitas , Dirgahayu Republik Indonesia , UMKM-NYA BERJAYA! Masyarakatnya SEJAHTERA, Untuk Konawe BERSAHAJA! MERDEKA…!
Laporan: Redaksi
