FGD tersebut menghadirkan lintas perangkat daerah seperti Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga BPBD Konawe. Hadir pula perwakilan dari pelaku industri besar seperti PT Virtue Dragon Nickel Industry Park, PT Obsidian Stainless Steel, dan PT Virtue Dragon Nickel Industry, yang selama ini menjadi motor penggerak utama kawasan industri Morosi.
Dalam arahannya, Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa penyusunan RPIKS bukan sekadar dokumen teknis, melainkan peta jalan masa depan Konawe. Ia menekankan bahwa arah pembangunan harus tetap berada dalam koridor visi daerah “Konawe Bersahaja” yaitu beriman, sejahtera, harmonis, dan berdaya saing.
“Kabupaten Konawe punya potensi besar untuk tumbuh dan berkembang, apalagi dengan adanya kawasan industri di Morosi. Namun, kalau tidak direncanakan dengan baik, tidak berpihak pada rakyat, dan mengabaikan lingkungan, maka justru akan melahirkan masalah baru,” tegas Yusran.
“Proses industri logam, khususnya nikel, berpotensi menghasilkan partikel logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, perencanaan harus matang sejak awal. FGD ini momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor agar kawasan industri Konawe benar-benar menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Yusran juga menekankan perlunya pembangunan infrastruktur penunjang yang terintegrasi, seperti akses jalan, jaringan air bersih, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan di sekitar kawasan industri. Ia berharap kehadiran investasi besar dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Konawe, bukan hanya menyumbang angka pertumbuhan ekonomi semata.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Konawe juga menyampaikan bahwa dokumen RPIKS akan menjadi landasan utama pembangunan jangka menengah dan panjang yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dan provinsi.
Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen menjadikan hasil penyusunan RPIKS ini sebagai dasar pembangunan kawasan strategis yang inklusif dan berkeadilan, memastikan bahwa industri tidak hanya tumbuh pesat, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Konawe Bersahaja bukan hanya slogan, tapi arah pembangunan yang ingin memastikan bahwa kemajuan industri sejalan dengan kesejahteraan rakyat. Kita ingin Konawe tumbuh maju, tapi tetap ramah lingkungan dan manusiawi,” tutup Yusran.
Laporan: Redaksi
