INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Bupati Yusran Akbar tidak main-main dalam misinya. Penilaian Adipura 2025 bukanlah acara tahunan biasa, melainkan ujian ketat yang akan menentukan reputasi Konawe di mata nasional.
Strategi jitu Bupati Yusran telah mengidentifikasi sejumlah lokasi kritis sejak Juli lalu, yang akan menjadi fokus utama penilaian, mulai dari pemukiman seperti Jl. A. Yani-Kel. Arombu, Jl. Simin-Kel. Tumpas, Jl. Tohamba-Kel. Asinua dan Desa Ahuhu, pertokoan di Jl. Sultan Hasanuddin, hingga fasilitas publik seperti RSUD Konawe, UPTD Pasar Asinua, dan bahkan Pantai Toronipa. Setiap titik ini akan menjadi barometer keberhasilan.
Untuk memastikan kepatuhan, Bupati mengeluarkan “Warning” bagi pihak-pihak yang masih melakukan pembuangan sampah terbuka secara sembarangan dan mengabaikan peringatan dan himbauan “buanglah sampah pada tempatnya”. Tentunya, Predikat “Kota Kotor” juga menjadi momok yang harus dihindari.
Meskipun harapan besar, tantangannya juga tidak kecil. Standar Adipura sangat tinggi. Nilai pemantauan sistem pengelolaan sampah dan kebersihan harus mencapai skor minimal 73 untuk Adipura, dan 75 untuk Adipura Kencana. Selain itu, cakupan layanan pengangkutan sampah di wilayah perkotaan harus melebihi 75%.
Setiap lokasi, dari sudut pemukiman hingga ujung pantai wisata, telah menjadi area fokus utama bagi para pejabat, warga, dan pedagang untuk membuktikan komitmen mereka terhadap kebersihan. “Ini adalah misi bersama. Titik-titik ini adalah cermin kita semua,” tegas Bupati Yusran, menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk lalai dan abai.
Simak Titik Pantau Penilaian Adipura 2025 Per Zona:
Zona Pemukiman & Pasang Surat (10 Lokasi): Fokus besar diberikan pada wilayah permukiman, terutama di Kelurahan Arombu, Tumpas, dan Asinua, serta Desa Ahuhu dan Bajo Indah. Ini menunjukkan bahwa Bupati ingin memastikan kebersihan dimulai dari akar rumput. Jalan-jalan seperti Jl. A. Yani dan Jl. Simin akan menjadi barometer kebersihan sehari-hari warga.
Zona Pertokoan & Jalan Raya (13 Lokasi): Pertokoan di Jl. Sultan Hasanuddin dan Jl. Jendral Sudirman, serta jalan-jalan utama seperti Jl. Sapati dan Jl. Diponegoro, menjadi sorotan utama. Ini adalah area yang paling terlihat oleh pengunjung dan tim penilai. Kebersihan di sini akan menjadi cerminan citra Kota Unaaha.
Zona Lingkungan & Wisata (17 Lokasi): Kebersihan perairan seperti Kanal Tuoy dan Sungai Konawe eha, serta taman-taman kota seperti Taman Permata dan Hutan Kota, menjadi indikator kesehatan lingkungan. Terakhir, 6 pantai wisata, termasuk Pantai Cikal dan Toronipa, adalah aset pariwisata yang harus dijaga. Kebersihan di sini bukan hanya soal sampah, tapi juga soal citra daerah.
Laporan: Redaksi
