Berita

Gubernur dan Bupati Absen, Semangat Petani dan Aparat kepolisian Tak Surut di Penanaman Jagung Konawe”

197

Info-Sultra.com | Konawe, Sulawesi Tenggara – Di tengah teriknya matahari yang menyengat tanpa ampun, langkah-langkah penuh semangat menapaki lahan kering yang telah disiapkan di SMKN SPP Wawotobi. Keringat membasahi seragam, namun tak sedikit pun menyurutkan semangat. Rabu (9/7/2025), penanaman jagung serentak kuartal III resmi digelar. Sebuah momentum kolaborasi luar biasa antara Polres Konawe dan Pemerintah Kabupaten Konawe demi satu tujuan besar: ketahanan pangan nasional.

Mentari yang menyala garang seolah ikut menguji komitmen para pemangku kepentingan. Tapi di tanah ini, bukan panas yang menguasai, melainkan tekad.

Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, hingga Sekda Provinsi Sultra Asrun Lio, bergabung dalam barisan yang sama dengan petani, pelajar, dan aparat desa. Keringat mereka sama. Tujuan mereka satu.

Dalam sambutannya, Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, menyampaikan dengan nada tegas

“Panas bukan penghalang. Hari ini bukan hanya kita menanam jagung, tapi kita menanam harapan dan kemandirian.”

Sebanyak 15 hektare lahan telah dibuka dalam tahap awal, bagian dari target perluasan hingga 10 hektare per desa. Konawe juga tengah memaksimalkan 26.000 hektare sawah fungsional—sebuah kontribusi besar terhadap ambisi produksi satu juta ton gabah di Sultra, dengan setengahnya ditargetkan dari Konawe.

Di tengah padang yang kering, suara mesin traktor bersahut-sahutan dengan semangat para peserta yang menggali dan menanam bibit. Tak ada keluhan. Hanya tawa dan teriakan semangat. Bahkan para pelajar SMK yang ikut ambil bagian tampak antusias, memanfaatkan momen ini sebagai laboratorium kehidupan nyata.

Sekda Provinsi Sultra, Asrun Lio, dalam pernyataannya menyebut kegiatan ini sebagai contoh nyata dari pertanian berkelanjutan:

 “Cuaca ekstrem tidak bisa dilawan, tapi semangat kolaborasi bisa mengalahkan keterbatasan. Ini bukan sekadar program tanam, ini perjuangan menjaga hutan dan memberi makan rakyat.”

Sebagai bentuk dukungan nyata, 21,9 ton benih jagung disalurkan untuk mendukung budidaya di atas 1.456 hektare lahan. Para Kapolsek dan Danramil dikerahkan, bukan untuk operasi keamanan, tapi untuk mendampingi masyarakat bertani.

Zoom Meeting dengan Kapolri dan para menteri menjadi simbol bahwa perjuangan ini bukan hanya milik Konawe. Ini bagian dari perang besar melawan ancaman krisis pangan nasional.

Lahan SMKN SPP Wawotobi yang dulunya tempat praktik, kini menjadi panggung sejarah. Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka lewat sambutan tertulisnya menegaskan:

“Jika seluruh 49,5 ribu hektare perhutanan sosial bisa dikelola dengan baik, maka Sultra akan menjadi benteng ketahanan pangan Indonesia.”

Dan hari ini, meski cuaca tak bersahabat, satu pesan kuat telah ditanamkan:

Semangat tak pernah pudar di bawah terik matahari, selama harapan tumbuh di dalam hati.

Laporan: Nasir Alex