Berita

Implementasi Asta Cita Presiden: Konawe Tanam Jagung, Bangun Ketahanan Pangan

91

Info-Sultra.com | Konawe – Gerakan nasional menuju swasembada pangan terus bergulir. Kali ini, Kepolisian Resor (Polres) Konawe bersama Pemerintah Kabupaten Konawe menggelar penanaman jagung serentak kuartal III tahun 2025 di kawasan perhutanan sosial, Rabu (9/7).

Lahan milik Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Wawotobi menjadi pusat kegiatan yang menggambarkan sinergi lintas sektor demi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko hadir langsung, didampingi Wakapolda, Danrem 143/Halu Oleo, serta sejumlah pimpinan TNI-Polri. Dukungan juga mengalir dari jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Konawe.

Turut menyemarakkan kegiatan ini,

Sekda Provinsi Sultra Drs. Asrun Lio, Ph.D, mewakili Gubernur Andi Sumangerukka, bersama Kapolres Konawe, Kajari, Ketua DPRD, serta Sekda Konawe Dr. Ferdinand mewakili Bupati Yusran Akbar.

Gubernur: Perhutanan Sosial, Kunci Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa perhutanan sosial adalah pilar strategis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam. Ia memuji kolaborasi aktif TNI-Polri, pemda, dan masyarakat dalam mengelola lahan secara produktif.

“Jika seluruh lahan perhutanan sosial seluas 49,5 hektare ini digarap optimal, maka Sultra berpotensi menjadi salah satu lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Program ini, menurutnya, tak hanya menjawab kebutuhan pangan tetapi juga menyokong peningkatan pendapatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Swasembada Pangan dalam Kerangka Asta Cita Presiden

Gubernur menyebut, langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto—khususnya agenda besar mewujudkan swasembada pangan, energi, air, dan ekonomi. Ia menegaskan bahwa pertanian akan menjadi tulang punggung pembangunan daerah ke depan, sebagaimana visi “Sultra Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius” bersama Wakil Gubernur Hugua.

“Kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama,” katanya.

Menanam Harapan untuk Masa Depan

Kegiatan ini bukan sekadar menanam jagung, tapi juga menanam harapan. Harapan akan lahan-lahan produktif, petani yang sejahtera, serta lingkungan yang tetap lestari bagi generasi mendatang.

“Semoga langkah ini berdampak nyata bagi masyarakat dan menjadi contoh sinergi pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.(“)