INFO-SULTRA.COM, KOLAKA TIMUR – Himpunan Aktivis Muda (HAM) Cabang Kolaka Timur sukses menggelar Dialog Publik dengan tema “Bagaimana Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah Kolaka Timur di Tengah-Tengah Efisiensi Anggaran”, pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Café Bos Eko, Kabupaten Kolaka Timur, dan dihadiri oleh(kadis pemuda dan olahraga sebagai Nara sumber)dan dewan pendiri himpunan aktipis muda Sulawesi tenggara (sebagai Nara sumber)ketua KNPI kabupaten Kolaka Timur dan puluhan peserta dari kalangan pemuda, mahasiswa, dan perwakilan organisasi lokal.
Ketua HAM Cabang Kolaka Timur, M. Yasir, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa dialog ini menjadi wadah strategis untuk merespons kondisi daerah yang tengah menghadapi efisiensi anggaran. Ia menekankan bahwa pemuda dan mahasiswa tetap harus hadir sebagai motor penggerak pembangunan meski tantangan fiskal sedang berlangsung.
“Pemuda dan mahasiswa tidak boleh surut perannya hanya karena efisiensi anggaran. Justru di situ letak tantangan bagi kita untuk menghadirkan gagasan kreatif dan solusi yang realistis bagi pembangunan Kolaka Timur,” ujar M. Yasir, S.Pd.
Dialog publik tersebut berhasil membuka ruang diskusi yang produktif. Para peserta memberikan berbagai pandangan terkait penguatan kapasitas pemuda, pentingnya kolaborasi pemerintah–pemuda, serta urgensi inovasi dalam pembangunan daerah.
Beberapa rekomendasi penting yang dihasilkan dalam diskusi antara lain:
Mendorong pemerintah daerah untuk membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas bagi pemuda.
Memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pengawasan sosial dan penggerak perubahan.
Mengoptimalkan potensi lokal melalui program inovatif yang melibatkan komunitas pemuda.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen HAM Kolaka Timur dalam menciptakan ruang dialog yang konstruktif dan kritis, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Dengan terselenggaranya dialog publik ini, HAM Cabang Kolaka Timur berharap dapat memperkuat sinergi antara pemuda, mahasiswa, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
Laporan: Redaksi
