Di antara barisan kepala daerah itu, hadir Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., didampingi Wakil Bupati H. Samsul Ibrahim, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, S.Pd., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Konawe Fahrizal, S.H., serta Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, S.I.K.
Mereka datang membawa satu pesan dari daerah, Konawe siap berjalan seirama dengan mimpi besar Indonesia Emas 2045.
Tema Rakornas tahun ini “Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden” menggema seperti pengingat keras bahwa pembangunan tak bisa lagi bergerak sendiri-sendiri. Pusat dan daerah dituntut menyatu, bukan hanya dalam kata, tetapi dalam kerja yang nyata.
Di forum itu, satu kesadaran menguat, pemerintah daerah bukan pelengkap, melainkan penentu. Dari sanalah kebijakan pusat menemukan wujudnya di sawah, di pasar, di jalan desa, dan di ruang-ruang pelayanan publik.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menangkap pesan itu sebagai panggilan tanggung jawab. Baginya, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar angka di kalender sejarah, melainkan amanah yang harus dikerjakan hari demi hari, dari daerah.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir dari dokumen semata. Ia harus tumbuh dari daerah. Pemerintah daerah adalah garda terdepan dalam menerjemahkan program prioritas presiden menjadi kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutur Yusran, dengan nada keyakinan.
Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, mempertegas bahwa sinergi eksekutif dan legislatif di daerah menjadi kunci agar arah pembangunan tidak kehilangan pijakan.
“Kami di DPRD akan terus berdiri bersama pemerintah daerah, memastikan setiap program prioritas benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Konawe,” ujarnya.
Rakornas 2026 memetakan jalur percepatan pembangunan lintas sektor: peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, pemerataan infrastruktur, hingga optimalisasi pelayanan publik. Semua dirangkai dalam satu benang merah keadilan dan keberlanjutan.
Bagi Kabupaten Konawe, hasil Rakornas ini bukan sekadar rekomendasi kebijakan. Ia adalah cermin sekaligus kompas: cermin untuk melihat posisi hari ini, dan kompas untuk menentukan langkah ke depan. Sebuah dorongan agar Konawe terus berbenah, berinovasi, dan menjaga denyut pembangunan tetap berpihak pada rakyat.
“Kami berharap Rakornas ini menjadi energi baru dalam mewujudkan Konawe yang bersahaja, sejalan dengan Astacita Presiden Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan menuju 2045,” tutup Bupati Yusran Akbar.
Di tengah perubahan zaman yang cepat dan tantangan yang kian kompleks, Rakornas ini menegaskan satu hal yang tak terbantahkan: masa depan Indonesia ditenun dari daerah daerahnya. Dan dari ruang nasional itu, Konawe telah menyatakan sikap siap menjahit masa depan, satu kebijakan, satu kerja, dan satu harapan pada satu waktu.
Laporan: Redaksi
