INFO-SULTRA.COM, BARRU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Barru, Sulawesi Selatan di bawah kendali Hardiman.SH.M.Si (Kepala Rutan) terus berkomitmen memberikan pembinaan kemandirian kepada warga binaan, salah satunya melalui kegiatan (BIMKER) Bimbingan kerajinan tangan dan berbagai keterampilan teknis. Program ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keahlian produktif agar siap kembali ke masyarakat.
Berikut adalah beberapa kegiatan pembinaan keterampilan yang aktif dilakukan di Rutan Kelas II B Barru
Salah satunya Pembinaan Kemandirian melalui produksi Batako dorong keterampilan dan kemandirian Ekonomi Warga Binaan disamping itu warga binaan dapat insentif dari hasil kerjanya dan masih banyak aktivitas lainnya.
Lebih jauh Kepala Rutan Kelas II B Barru, kata dia kami juga punya Budidaya ikan air tawar salah satunya adalah ikan mujair, memberikan banyak manfaat bagi Warga Binaan . Pemasyarakatan( WBP ).
Lebih lanjut program ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga sebagai bagian dari pembekalan ilmu dan tambahan penghasilan bagi warga binaan sebab warga dapat Insentif dari hasil karya dan kerja kerasnya.
di tempat yang sama Yusril Selaku Staf Keamanan Rutan Kelas II A Barru sekaligus pengelola Warkop Coffe Sipakatau yang baru, saat menemani Jurnalis dan memperlihatkan semua aktivitas Warga Binaan Maupun Aktivitas pegawai Rutan.
Satu persatu Yusril memperliahatkan langsung semua kegiatan Keterampilan yang dilakukan warga binaan dan pegawai Rutan mulai dari aktivitas Perkebenunan, budidaya ikan air tawar, baber (tempat Pangkas Rambut) serta Warkop Coffe Room Barista Sipakatau yang baru.
Kata Yusril Warung Kopi ini baru saja kami pindahkan ke dalam dan baru Loanching alhamdulillah sangat luar bisa apalagi di kelola oleh ahlinya warga binaan yang berpengalaman dalam pembuatan kopi,” Ucapnya.
Lanjut Yusril terkait perkebunan sayuran sambil ngopi bareng kaya dia menanam sayuran di halaman maupun diluar halaman merupakan langkah yang luar biasa dalam mengembangkan kebiasaan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Praktik ini tidak hanya memberikan akses mudah ke makanan segar, tetapi juga membawa sejumlah manfaat positif bagi kesehatan dan lingkungan. Menanam sayuran di halaman memiliki sejumlah manfaat yang signifikan,” Beber Yusril
Sementara memelihara ayam kampung adalah strategi efektif untuk ketahanan pangan bagi warga binaan menyediakan sumber protein hewani (daging/telur) Budidaya skala kecil dapat dilakukan di lahan terbatas Budidaya Ayam Kampung untuk Ketahanan Pangan sesuai program Pemeritah Pusat Melalui kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, ” Lanjutnya.
Program ini terbukti mampu membuat warga binaan tetap produktif di balik jeruji besi, sekaligus memberikan mereka rasa percaya diri untuk mandiri secara ekonomi setelah masa hukuman berakhir.
Selama masa penahanan atau pidana penjara, seluruh warga selalu diberikan pembinaan agar ke depannya dapat bermanfaat bagi mereka, ujarnya
saat ditemui di halaman Depan Kantor Mulai dari mengajarkan cara membuat Batako, dan Cara Mencuci Kendaraan baik Roda 2 maupun Roda 4, jadi semuanya kami siapkan peralatannya,”ucapnya.
Sementara di sela – sela wawancara kami kami di ajak kelilimg oleh penjaga tahanan yusril Untuk melihat langsung Tempat kandang ayam dan Kolam Ikan serta perkebunan sayuran yang di miliki Rutan yang terletak di Luar pagar dimana kebun sayur- sayuran untuk pegawai Rutan kata Yusril.
Jurnalis ini setelah Sholat Dhuhur Berjamaah bersama Warga Binaan, kami lanjutkan di Siskusi dan wawancara sambil Ngopi bersama Pak Yusril..
Yusril pun memperlihatkan Coffe Suspas sipakatau yang baru, yang terletak di dalam lingkungan Rutan serta Warung Telepon (Wartel) bagi warga binaan. dimana warga binaan bisa menelpon dan menerima telepon dari pihak keluarga tercinta.
Sementara itu pantauan media ini melihat suasana taman dan lingkungan Rutan Kelas II B Barru begitu bersih Asri dangan tertata rapi kami merasakan kenyamanan dan kesejukan saat berada di lingkungan Rutan maupun di dalam Ruangan. kebersihan yang utama agar warga binaan semua sehat dan disiplin. ( Sultan Bakri M )
Laporan: Redaksi
