Berita

Jembatan Konawe–Koltim Bergeser Akibat Abrasi, DPRD Desak Penanganan Cepat

5

INFO-SULTRA.COM | KONAWE, – Jembatan panjang yang menjadi penghubung utama antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, mengalami pergeseran akibat abrasi sungai yang terus menggerus bagian pondasi.

Kerusakan tersebut menyebabkan struktur jembatan mengalami gangguan serius hingga mengakibatkan aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas antar-kabupaten lumpuh total.

Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua wilayah.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kolaka Timur, Jumrin, bergerak cepat dengan melakukan kunjungan ke Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe pada Rabu (16/6/2026).

Politisi Partai NasDem itu meminta Pemerintah Kabupaten Konawe segera berkoordinasi dan melaporkan kerusakan jembatan kepada instansi terkait, khususnya Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tenggara, agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.

“Kami meminta agar persoalan ini segera dilaporkan kepada pihak terkait, terutama BWS Sultra, sehingga langkah penanganan darurat maupun permanen bisa segera dilakukan, “ujar Jumrin

Ia menegaskan, keterlambatan penanganan berpotensi memperburuk kondisi jembatan sekaligus meningkatkan risiko bagi keselamatan warga yang melintas.

Saat ini, kata Jumrin, masyarakat setempat telah berinisiatif membangun jembatan darurat untuk menjaga konektivitas antarwilayah.

Namun, fasilitas tersebut hanya bersifat sementara dan belum mampu mengakomodasi lalu lintas kendaraan secara normal.

“Warga sudah membuat jembatan darurat agar aktivitas tetap berjalan. Namun tentu ini bukan solusi jangka panjang. Pemerintah harus segera hadir memberikan penanganan yang lebih serius dan permanen,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan instansi teknis terkait dapat segera turun tangan agar akses transportasi antara Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur kembali normal.

“Jembatan ini merupakan akses vital masyarakat yang tidak boleh dibiarkan terlalu lama dalam kondisi rusak, ” pungkas Jumrin.

 

Laporan : Nasir