INFO-SULTRA.COM | KONAWE – Di tengah gempuran inflasi global yang melanda berbagai daerah, Kabupaten Konawe justru mencatatkan prestasi membanggakan. Inflasi tahunan (year-on-year) Konawe per Juli 2026 hanya 1,49 persen, menjadikannya daerah dengan inflasi terendah di seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara. Capaian ini disampaikan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Konawe, Jumat (14/8/2026), dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rapat paripurna yang berlangsung khidmat itu dihadiri 30 anggota DPRD Kabupaten Konawe, Forkopimda yang dipimpin langsung Kapolres Konawe, perwakilan Dandim 1417 Kendari, Kepala Kejaksaan Negeri Konawe Fahrizal, S.H., Ketua Pengadilan Negeri Unaaha, serta jajaran kepala dinas, camat, lurah, dan tokoh masyarakat Konawe.
Capaian inflasi 1,49 persen tersebut jauh di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 4,68 persen. Bupati Yusran Akbar mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari empat strategi utama: menjaga ketersediaan bahan pokok, menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM, membangun koordinasi dengan Bulog dan pelaku usaha, serta komitmen bersama seluruh pihak.
“Pengendalian inflasi adalah kerja setiap hari yang harus terus kita jaga,” tegasnya.
Tak hanya itu, Konawe juga terus memperkuat posisinya sebagai daerah penyangga pangan nasional. Bahkan, beras dari daerah Konawe disebut turut melepas kebutuhan pangan wilayah lain di Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 RI ini juga dimanfaatkan untuk memaparkan berbagai prestasi yang telah diraih Konawe sepanjang 2026:
Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara – Konawe sukses menjadi tuan rumah sekaligus meraih gelar juara umum.
Juara Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi – Kelurahan Anggaberi di Konawe meraih juara satu.
Tuan Rumah Temu Karya Nasional Desa Tahun 2026 – Kepercayaan terhadap daerah ini semakin kuat dengan ditunjuknya Konawe sebagai tuan rumah event nasional tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., MM, dalam pidatonya menekankan bahwa prestasi ini adalah bukti nyata sinergi seluruh masyarakat Konawe. “Rangkaian prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi kita semua. Ini bukan hanya angka di atas kertas, melainkan komitmen bersama yang akan kita kawal dan wujudkan,” ujarnya.
Di rapat paripurna tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe juga menetapkan target ambisius dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027. Target-target ini disusun untuk memperkuat posisi Konawe sebagai daerah penyangga pangan nasional dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 dengan sejumlah indikator diantaranya, Pertumbuhan Ekonomi dari 12,28% dengan target dikisaran 17,28% di tahun 2027 mendatang, sementara Tingkat Kemiskinan dari 12,78% ditargetkan menurun 10,12% dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 75,09% ditargetkan dikisaran 75,7%
Ketua DPRD Konawe kembali menegaskan komitmen penuh lembaganya untuk mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas “membangun desa, menata kota menuju Konawe bersahaja”. DPRD juga berkomitmen mendorong peningkatan pendapatan asli daerah, membaikkan pelayanan publik, dan meningkatkan pengawasan di segala bidang pembangunan daerah.
“Kami akan memastikan kebijakan daerah berpihak kepada rakyat dan selaras dengan asta cita Presiden RI Bapak H. Prabowo Subianto,” tegas I Made Asmaya.
Rapat Paripurna Istimewa ini menjadi agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun 2027, yang diikuti oleh seluruh anggota DPRD melalui televisi masing-masing.
Laporan : Redaksi
