Berita

Tanggapi Antrean SPBU dan Lonjakan Harga Pengecer, DPRD Konawe Gelar Rapat Dengar Pendapat Terkait Distribusi BBM Bersubsidi

3

INFO-SULTRA.COM | ​KONAWE, Kamis 20 Agustus 2026 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas persoalan kelancaran distribusi serta pemenuhan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kabupaten Konawe.

​Langkah ini diambil DPRD Kabupaten Konawe merespons dinamika yang dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, terutama terkait fenomena panjangnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta lonjakan harga BBM bersubsidi di tingkat pengecer.

​Ketua DPRD Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd.,M.M.,menyampaikan bahwa RDP ini merupakan wujud fungsi pengawasan DPRD sekaligus wadah mediasi untuk mencari solusi konkret demi kepentingan masyarakat luas.

​”Kami menerima banyak aspirasi dari masyarakat terkait kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi secara tepat sasaran, dampak antrean panjang yang mengganggu lalu lintas, serta harga di tingkat pengecer yang cukup memberatkan. Melalui RDP ini, kami memanggil pihak-pihak terkait untuk mendengarkan klarifikasi, memetakan akar masalah, dan merumuskan langkah penyelesaian yang berimbang,” ujar I Made Asmaya.

Melalui RDP tersebut, DPRD Kabupaten Konawe mendorong adanya koordinasi intensif dan pengawasan yang lebih ketat antar-instansi teknis, pihak pengelola SPBU, dan aparat penegak hukum. Fokus utama RDP mencakup:

Memastikan pasokan BBM bersubsidi dari distributor ke SPBU berjalan lancar dan sesuai kuota yang ditetapkan.

Mengurai penumpukan antrean kendaraan agar tidak mengganggu aktivitas publik dan kelancaran arus lalu lintas.

​Mendorong sinergi pengawasan untuk mengendalikan lonjakan harga BBM bersubsidi tidak resmi di tingkat pengecer.

​DPRD Kabupaten Konawe berkomitmen untuk terus mengawal hasil kesepakatan RDP ini agar ketersediaan BBM bersubsidi dapat kembali stabil, terjangkau, serta benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Laporan : Nasir