Berita

Wakil Bupati, H.Abuhaera Pimpin Apel Gabungan ASN Kanawe Utara, Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

6

INFO-SULTRA.COM | KONUT – Mewakili Bupati Konawe Utara, Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Utara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Konawe Utara, Selasa (14/9/2026).

Dalam arahannya, Abuhaera menekankan pentingnya kedisiplinan, koordinasi lintas perangkat daerah, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi muncul selama musim kemarau.

Abuhaera meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperhatikan kondisi tanaman dan bunga yang berada di sepanjang trotoar kawasan perkantoran. Sejumlah tanaman mulai mengalami kekeringan sehingga perlu dilakukan penyiraman secara rutin, minimal tiga kali dalam seminggu.

“Bunga-bunga yang ada di trotoar sudah mulai ada yang mati. Saya harap dilakukan penyiraman secara rutin, paling kurang satu minggu tiga kali,” ujar Abuhaera.

Selanjutnya, Abuhaera memberikan perhatian terhadap persoalan ternak yang masih berkeliaran di kawasan perkantoran maupun wilayah permukiman. Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjalankan tugas penertiban sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan Daerah Kabupaten Konawe Utara Nomor 4 Tahun 2017 tentang pemeliharaan dan pengamanan ternak.

Menurutnya, keberadaan ternak yang berkeliaran tidak hanya menjadi persoalan di lingkungan perkantoran, tetapi juga perlu ditangani secara menyeluruh hingga tingkat desa.

“Jangan hanya berlaku di lingkungan Kantor Pemerintah Daerah. Saya harap seluruh wilayah Kabupaten Konawe Utara sampai ke desa dapat ditertibkan. Ternak harus dipelihara dan dikandangkan, baik kambing maupun sapi,” tegasnya.

Di bidang kesehatan, Wakil Bupati meminta Dinas Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekurangan air bersih dan berbagai gangguan kesehatan.

Kesiapsiagaan tersebut, kata Abuhaera, harus dilakukan mulai dari rumah sakit, puskesmas hingga puskesmas pembantu, termasuk memastikan ketersediaan petugas dan obat-obatan.

Ia mengingatkan bahwa kondisi kekeringan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, diare, serta gangguan kesehatan lainnya apabila masyarakat mengalami kekurangan air atau menggunakan air yang tidak memenuhi standar kebersihan.

“Jangan menunggu perintah. Kalau ada kejadian dan informasi, dalam waktu 1 x 24 jam harus turun ke lapangan. Jangan sampai menunggu persoalan muncul di media sosial baru kita saling menyalahkan,” katanya.

Arahan serupa disampaikan kepada Dinas Pertanian. Abuhaera meminta petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan seluruh jajaran terkait aktif memantau kondisi lahan pertanian masyarakat, khususnya persawahan yang terdampak kekeringan.

Ia meminta agar pemerintah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penggunaan mesin pompa air, sehingga tanaman padi masyarakat tidak mengalami gagal panen akibat kekurangan air.

“Kalau ada pengaduan masyarakat terkait sawah yang kekeringan, supaya cepat diantisipasi. Siapkan mesin pompa air agar jangan sampai terjadi gagal panen,” ujarnya.

Abuhaera juga mengapresiasi langkah cepat jajaran pertanian dalam menangani sejumlah wilayah persawahan yang mengalami kekeringan. Ia meminta langkah tersebut terus dilakukan secara konsisten dan responsif.

Selain persoalan pertanian dan kesehatan, Abuhaera menekankan pentingnya koordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. Ia meminta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe Utara.

Ia mengarahkan agar disiapkan surat edaran sebagai bentuk imbauan sekaligus penguatan koordinasi penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

“Kalau ada kejadian kebakaran, koordinasi harus bagus. Kita harus saling membantu dan bergerak cepat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abuhaera juga mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah, kepala bagian, camat, lurah, dan kepala puskesmas untuk mempersiapkan agenda pembahasan terkait perencanaan dan penganggaran daerah, termasuk anggaran tahun 2027 dan perubahan anggaran tahun 2026.

Ia meminta setiap pejabat yang mendapat panggilan atau undangan untuk menghadiri agenda tersebut sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Terkait tenaga non-ASN yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, Abuhaera menyampaikan harapan agar kebijakan pemerintah pusat terkait peningkatan status dan pembiayaan tenaga PPPK dapat memberikan kepastian serta harapan bagi para tenaga administrasi, kesehatan, dan kependidikan.

Ia mengingatkan seluruh ASN dan tenaga yang mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara agar tidak hanya mengandalkan kehadiran secara administratif, tetapi juga menunjukkan dedikasi dan etos kerja dalam menjalankan tugas.

“Jangan hanya rajin absen, tetapi harus rajin datang dan rajin bekerja. Pekerjaan yang dilaksanakan dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam tentunya hasilnya juga akan bermanfaat bagi diri kita, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Abuhaera kembali mengajak seluruh ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Utara untuk memperkuat kebersamaan, saling membantu, dan meningkatkan koordinasi menghadapi kondisi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Ia menegaskan, setiap persoalan yang terjadi di lapangan harus segera dilaporkan kepada perangkat daerah terkait agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Seluruh PNS yang ada di Kabupaten Konawe Utara harus bergandengan tangan dan bekerja sama. Jangan saling menyalahkan, tetapi mari kita tingkatkan koordinasi. Kalau ada kejadian seperti kebakaran atau persoalan lainnya, segera sampaikan kepada kami dan dinas terkait agar dapat ditangani bersama,” pungkas Abuhaera.

Laporan : Redaksi