BeritaPolitik

Singgung Ketergantungan Impor, Ketum PAN: Kedaulatan Pangan Harga Mati untuk Kehormatan Bangsa

8

INFO-SULTRA.COM | KENDARI – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan bahwa partainya setia pada cita-cita perjuangan bangsa, bukan pada individu. Hal itu disampaikannya dalam pidato politik saat pelantikan Pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulawesi Tenggara di Hotel Claro, Kendari, Selasa malam (6/10/2026).

“Kita setia kepada cita-cita, bukan setia kepada orang. Setia kepada perjuangan, setia kepada nilai-nilai dan platform yang kita bangun,” tegasnya di hadapan ratusan kader dan tamu undangan.

Ia menegaskan, nilai yang diperjuangkan PAN sejalan dengan cita-cita Indonesia merdeka: keadilan, kemakmuran, kesetaraan, mencerdaskan rakyat, serta ekonomi yang dijiwai Pasal 33 dan 34 UUD 1945. Menurutnya, kekayaan alam harus dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan diserahkan kepada segelintir swasta melalui konsesi yang sarat praktik transfer pricing dan manipulasi volume.

Ketergantungan Impor dan Kedaulatan Pangan

Dalam pidatonya, ia membeberkan data ketergantungan impor pangan nasional yang dinilainya merendahkan kehormatan bangsa. Indonesia tercatat mengimpor 13 juta ton terigu, 6 juta ton kedelai, 6 juta ton gula, dan 4 juta ton garam per tahun.

“Kalau kita tergantung pada impor, artinya rakyat, gubernur, bupati, kita semua berada di garis kemiskinan. Yang dapat manfaat itu luar negeri,” ujarnya tegas.

Ia menyebut pemerintah menargetkan swasembada beras pada 2025 tanpa impor lagi, berdasarkan data Bank Dunia. Nilai tukar petani padi dan jagung ditargetkan naik dari 111 menjadi 129. Namun, nilai tukar nelayan masih rendah, yakni 103 pada 2025, membuat mereka rentan miskin dan laut Indonesia terus dicuri nelayan asing.

“Kalau Bupati, Gubernur tidak bagi beras, mana makan dia? Enggak bisa sekolah anaknya. Apa kita biarkan?” serunya.

Koalisi Panjang dengan Gerindra

Ia menegaskan koalisi PAN dengan Partai Gerindra adalah koalisi panjang yang didasari kesamaan visi dan tujuan. Partai lain, katanya, adalah teman seperjuangan, bukan musuh.

“Kita koalisi dengan Gerindra itu koalisi panjang. Partai-partai itu teman kita, bukan musuh. Dalam bahasa agamanya, amar ma’ruf nahi mungkar, berbuat baik untuk negeri ini,” jelasnya.

Penegakan Hukum dan Pembangunan Fundamental

Ia memuji keberhasilan penegakan hukum di bidang pelanggaran kawasan hutan dan penertiban timah di Bangka Belitung di bawah kepemimpinan Prabowo. Sebanyak 4 juta hektar lahan perkebunan pelanggaran kawasan berhasil dikembalikan ke negara.

Pemerintah, lanjutnya, menargetkan pembangunan 2.000 kampung nelayan tahun depan dan 3.000 kampung nelayan tahun berikutnya, lengkap dengan poliklinik, balai lelang, bengkel, SPBN, dan koperasi. Selain itu, dibangun 40.000 bioflok tematik di setiap desa dan 80.000 koperasi, dengan 35.000 koperasi berhasil dibangun tahun ini.

“Indonesia tidak mungkin maju kalau hanya ada satu mercusuar di Jakarta. Kita bisa maju kalau tiap desa menjadi pusat-pusat ekonomi,” tandasnya.

Arahan Internal dan Filosofi Matahari

Ia mengingatkan bahwa partai tidak akan berhasil membela rakyat jika internalnya berantem. Persatuan adalah kunci. Mantan anggota yang berbeda pendapat dipersilakan kembali tanpa dendam, namun yang sudah pindah partai tidak perlu diganggu.

“Tidak ada partai yang berhasil membela rakyat kalau internalnya berantem. Publik muak,” tegasnya.

Kepada kader PAN di Sulawesi Tenggara, ia memberikan arahan khusus: dukung Gubernur, jangan mengkritik di luar. Jika ada masukan penting, sampaikan baik-baik.

“Gubernur itu tidak gampang. Benar saja salah, apalagi salah. Tolong didukung. Saya tidak mau dengar ada kritik di luar dari kader partai,” perintahnya.

Ia menutup pidato dengan filosofi matahari, logo PAN. Matahari, katanya, tidak pernah membeda-bedakan. Ia adalah rahmat bagi seluruh alam semesta, memberikan kasih sayang dan kehidupan yang sama, termasuk kepada mereka yang melawan Tuhan.

“PAN terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan mengabdi untuk Indonesia. Karpet biru untuk semua,” pungkasnya.

Laporan : Redaksi