INFO-SULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis (TB) melalui peluncuran program SABER TB Bersahaja. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kecamatan Unaaha, Kamis (22/10/2026).
Mewakili Bupati Konawe, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, S.P., M.H., menghadiri kegiatan tersebut sekaligus menekankan pentingnya penguatan tanggung jawab manajerial dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Dalam arahannya, Ferdinand meminta para camat dan kepala puskesmas tidak hanya memberikan instruksi kepada staf, tetapi juga memastikan setiap persoalan ditangani secara konkret, dievaluasi, dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, tanggung jawab seorang pemimpin tidak berhenti pada pembagian tugas. Pejabat pada level manajerial harus mampu mengidentifikasi kelemahan tim, menentukan langkah intervensi, serta mengevaluasi efektivitas program yang dijalankan.
“Jangan hanya sekadar menyuruh-nyuruh, tetapi tidak melihat efek atau dampaknya,” demikian inti arahan Ferdinand mengenai pentingnya tanggung jawab manajerial.
Ia menjelaskan, apabila ditemukan kelemahan dalam kinerja staf, pimpinan harus segera menentukan langkah perbaikan melalui pelatihan, pendampingan, maupun pembinaan. Dengan demikian, setiap program diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks penanggulangan TB, Ferdinand juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, deteksi dini, pendampingan pasien, serta evaluasi program yang berorientasi pada hasil. Ia mengingatkan agar anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dimanfaatkan secara efektif untuk memperluas jangkauan pemeriksaan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Yones, S.E., M.M., turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai penguatan penanganan masalah kesehatan, termasuk pentingnya koordinasi lintas sektor dengan pihak perusahaan.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Adi Syamsuddin, S.KM., M.M., saat diwawancarai menjelaskan bahwa SABER TB Bersahaja merupakan upaya memperkuat pencegahan dan pengendalian TB di Kabupaten Konawe melalui keterlibatan pemerintah daerah, kecamatan, desa dan kelurahan, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta masyarakat.
Adi menyebutkan, jumlah kasus TB yang tercatat di Kabupaten Konawe hingga Oktober 2026 mencapai 409 orang. Menurutnya, penanggulangan TB tidak hanya berfokus pada penemuan kasus, tetapi juga memastikan pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas.
Strategi yang didorong melalui program tersebut meliputi edukasi masyarakat, skrining dini terhadap warga yang mengalami gejala TB, pemeriksaan kontak erat pasien, serta pendampingan untuk mencegah pasien putus berobat.
Adi berharap, melalui program tersebut, kesadaran masyarakat semakin meningkat, penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini, dan pasien memperoleh penanganan sesuai standar sehingga risiko penularan dapat ditekan.
“Kegiatan ini turut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Rosmawati Rasyid, S.KM., M.KM., selaku Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Dr. Asmayanti Asrum, M.Kes., selaku Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.”
Selain itu, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), seluruh camat, kepala puskesmas, serta beberapa lurah dan kepala desa di Kabupaten Konawe.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sekda Konawe juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Bersahaja Kabupaten Konawe Tahun 2026–2030 kepada 29 kepala puskesmas dan 28 camat.
Penyerahan SK tersebut menjadi bagian dari penguatan peran pemerintah kecamatan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung pelaksanaan program penanggulangan TB di Kabupaten Konawe.
Melalui SABER TB Bersahaja, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menekan risiko penularan tuberkulosis di tengah masyarakat.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata, koordinasi berkelanjutan, dan evaluasi pelaksanaan di lapangan.
Laporan : Redaksi
