INFO-SULTRA.COM | KONAWE – Kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe yang menggelontorkan anggaran fantastis sebesar lebih dari Rp1 miliar untuk menyelenggarakan Pameran Inovasi Daerah menuai sorotan tajam. Langkah Pemda ini dinilai kontradiktif dengan semangat efisiensi anggaran yang saat ini tengah digalakkan.
Kritik keras datang dari Himpunan Aktivis Muda (HAM) Konawe. Organisasi tersebut menilai kegiatan pameran ini tidak lebih dari sekadar ajang seremonial belaka. HAM Konawe juga menuding Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe telah kecolongan dalam menjalankan fungsi pengawasannya, sehingga anggaran daerah yang bersumber dari uang rakyat terkesan dihambur-hamburkan untuk kegiatan yang dinilai bersifat “hura-hura.”
Ketua HAM Konawe muh julla s roe menyatakan bahwa di tengah situasi ekonomi masyarakat yang membutuhkan perhatian serius, Pemda seharusnya memprioritaskan alokasi anggaran pada sektor-sektor produktif dan menyentuh kebutuhan dasar publik, ketimbang menggelar pameran seremonial berbiaya miliaran rupiah. HAM Konawe menilai pameran inovasi ini menjadi potret nyata pemborosan di saat daerah seharusnya melakukan pengetatan ikat pinggang.
Pihak HAM Konawe mendesak DPRD Kabupaten Konawe untuk segera memanggil jajaran Pemda Konawe guna mempertanggungjawabkan asas manfaat dan transparansi penggunaan dana pameran tersebut. Jika tidak ada evaluasi menyeluruh, dikhawatirkan pemborosan anggaran dengan kedok inovasi seperti ini akan terus berulang dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah.
Laporan : Redaksi
