INFO-SULTRA.COM, KENDARI – Menyambut arus mudik dan meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur Idulfitri, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari resmi menggelar “Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi’ yang berlangsung sejak 13 hingga 30 Maret 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sistem koordinasi dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat yang dapat terjadi selama periode mudik dan libur Lebaran.
“Siaga SAR ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh unsur selalu siap bergerak cepat dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kondisi darurat, khususnya saat aktivitas masyarakat meningkat selama Lebaran,” ujarnya.
Waspadai Bencana dan Lonjakan Aktivitas Wisata
Selama masa siaga, Basarnas Kendari mengantisipasi sejumlah potensi ancaman yang dapat terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara, di antaranya:
Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, gelombang tinggi, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Bencana geologi, seperti gempa bumi dan tsunami.
Kecelakaan transportasi, baik di jalur laut, udara, maupun darat.
Kondisi membahayakan manusia, terutama insiden yang berpotensi terjadi di lokasi wisata yang diprediksi ramai selama libur Lebaran.
Personel dan Peralatan Disiapkan
Dalam pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran tahun ini, Basarnas Kendari menyiagakan 147 personel ASN yang tersebar di berbagai unit operasi, yakni:
* KPP Kendari
* Pos SAR Wakatobi
* Pos SAR Baubau
* Pos SAR Kolaka
* Pos SAR Konawe Utara
* Unit Siaga SAR Muna
* KN SAR Pacitan
* Rescue Boat (RB) 210
* Rescue Boat (RB) 307
Selain personel, Basarnas Kendari juga menyiapkan berbagai sarana pendukung operasi.
Sarana air yang disiagakan meliputi 10 unit perahu karet, 2 jet ski, 6 Rigid Inflatable Boat (RIB), serta 3 unit kapal.
Sementara sarana darat terdiri dari 9 rescue car, 1 ambulans, 3 ATV, 10 motor rescue trail, 6 truk personel, 1 rescue truck, serta 4 set peralatan SAR darat.
Operasi juga didukung berbagai peralatan medis, evakuasi, komunikasi, ekstrikasi, peralatan selam, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Fokus di Pelabuhan, Bandara, dan Destinasi Wisata
Untuk mempercepat respons jika terjadi kondisi darurat, Basarnas Kendari menempatkan personel di sejumlah titik strategis yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Lokasi tersebut antara lain pelabuhan Nusantara Kendari, pelabuhan feri Kendari, Pangulu Belo Wanci, Wawonii, Torobulu, Murhum, Raha, penyeberangan Kolaka–Bajoe, serta pelabuhan Tobaku.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan di Bandara Haluoleo, Bandara Betoambari, Bandara Matahora, dan Bandara Sangia Nibandera, serta berbagai destinasi wisata di Kendari, Kolaka, Baubau, Wakatobi, Konawe Utara, dan Muna, termasuk terminal angkutan darat.
Dengan kesiapsiagaan ini, Basarnas Kendari berharap seluruh rangkaian aktivitas mudik dan libur Lebaran di wilayah Sulawesi Tenggara dapat berjalan aman dan lancar, serta setiap potensi keadaan darurat dapat ditangani secara cepat dan efektif.(*)
