Berita

Tingkatkan Konektivitas Antarprovinsi, Bupati Yusran Akbar Resmikan Jembatan Routa

8

INFO-SULTRA.COM | KONAWE – Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., meresmikan Jembatan Routa, jembatan rangka Bailey sepanjang 45 meter dengan lebar 4,2 meter yang membentang di atas Sungai Lalindu, Kamis (20/8/2026).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Konawe H. Yusran Akbar, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda yang dipimpin Kapolres Konawe AKBP Edy Raharjono, S.I.K., pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe, serta tokoh masyarakat.

Jembatan Routa menghubungkan Kelurahan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan Dusun Lere’ea, Kabupaten Bungku, Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat akses menuju wilayah Sulawesi Selatan.

Keberadaan jembatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan konektivitas masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi Sungai Lalindu.

Sebelum jembatan tersebut dibangun, masyarakat mengandalkan jembatan gantung yang hanya dapat dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Ketika hujan deras dan banjir terjadi, akses masyarakat kerap terganggu sehingga turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan sehari-hari.

Pada 2024, sebuah jembatan kayu sempat dibangun sebagai solusi sementara. Namun, kebutuhan terhadap infrastruktur yang lebih kuat, aman, dan mampu mendukung mobilitas masyarakat terus menjadi perhatian.

Kini, kebutuhan tersebut diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Routa dengan kapasitas maksimal mencapai 50 ton.

Pembangunan jembatan berlangsung selama empat bulan, mulai April hingga Agustus 2026, dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Jembatan tersebut dibangun oleh PT Bumi Karsa atas inisiatif PT Sampala Project yang merupakan gabungan dari sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP), yakni Abadi Nikel Nusantara (ANN), Era Baru Timur Lestari (ETL), dan Vita Flora.

Sampala Project merupakan proyek pertambangan nikel-kobalt yang berlokasi di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Deputi Project Manager Sampala Project, Muhammad Irham, S.T., menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi proyek telah dimulai sejak 2021 dan saat ini memasuki tahap pembangunan infrastruktur dengan target produksi pada tahun depan.

Selain Jembatan Routa, Sampala Project juga membangun dua jembatan Bailey lainnya. Dua jembatan berada di wilayah Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, sementara satu jembatan lainnya berada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe H. Yusran Akbar menyampaikan apresiasi kepada PT Sampala Group dan PT Bumi Karsa atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Konawe.

Menurut Bupati, pembangunan jembatan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

“Jembatan ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bayangkan kalau banjir, semua jalur logistik terhambat,” ujar Bupati.

Bupati Konawe juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menghibahkan lahan untuk mendukung pembangunan jembatan tersebut.

Ia berharap proses hibah dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tidak menimbulkan persoalan maupun klaim di kemudian hari.

Dengan diresmikannya Jembatan Routa, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap konektivitas masyarakat semakin terbuka, arus barang dan orang semakin lancar, serta peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Routa dan wilayah sekitarnya semakin berkembang.

Sementara itu, Muhammad Irham menegaskan bahwa kontribusi Sampala Project terhadap pembangunan daerah tidak berhenti pada pembangunan jembatan.

“Kami dari Sampala Project tidak berakhir di jembatan ini. Ke depan, kami tetap akan berkolaborasi dengan pemerintah setempat untuk menjadikan daerah yang dulunya terpencil di ujung Kabupaten Konawe ini lebih baik,” tutup Muhammad Irham.

Laporan : Redaksi