BeritaKriminal

Polda Sulsel Tangkap 17 Pelaku Pelansir  BBM, Satbas: Jangan Korbankan Supir,  Cari Aktor Utama

6

INFO-SULTRA.COM | MAKASSAR – Keberhasilan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan membongkar jaringan penimbunan dan pelansir BBM Pertalite serta menangkap 17 orang pelaku, mendapat apresiasi dari Satuan Basis (Satbas) Banteng Subsidi. Meski begitu, Satbas mendesak kasus ini dikembangkan lebih mendalam hingga ke akarnya lebih elegan “Bossnya” (Aktornya) serta mengingatkan agar tidak menjadikan pekerja tingkat bawah sebagai kambing hitam semata.Selasa (15/9/2026).

Dalam pengungkapan kasus ini, terungkap adanya kendaraan mewah seperti Pajero hingga Innova Reborn, Avanza dan lainnya yang sudah di Modifikasi beserta barang Bukti (BB) yang dinilai bukan milik pengemudi (Supir) harian. Hal ini memperkuat dugaan adanya jaringan terstruktur yang melibatkan berbagai pihak—mulai dari oknum pengawas,oknum  pengelola, hingga oknum pemilik SPBU maupun oknum yang bertugas melakukan pengawasan, kuat Dugaan Bisnis semacam ini di ketahui Oleh Oknum Pihak Pertamina Patra Niaga.

Tegas: Lindungi Sopir & Operator, jangan dilibatkan kasian mereka, hanya mereka pekerja (Karyawan )

Ketua Satbas Banteng Subsidi, Sultan Bakri M, menegaskan prinsip keadilan. Para pengemudi dan petugas pompa yang berpenghasilan terbatas dikhawatirkan menjadi sasaran utama, padahal mereka hanya bekerja untuk upah atau gaji semata tanpa memahami sistem besar yang terjadi.

“Jangan menjadikan pengemudi atau operator ikut tersangka cukup dijadikan saksi agar bisa bernyanyi siapa dalangnya,” tegas Sultan.

Satbas pun meminta kepolisian untuk mengungkap fakta secara transparan:
✅ Siapa pemilik asli kendaraan yang disita, Siapa Pemilik SPBU Tempat Mengambil BBM, Siapa Ownernya, Siapa Pengawasnya?

✅ Di SPBU mana pasokan diambil dan siapa yang mengaturnya?
✅ Periksa peran pengawas, pemilik SPBU, hingga petugas pengawasan Pertamina—di mana peran mereka selama ini?
✅ Mengapa pelansir lebih diprioritaskan daripada pembeli langsung? kuat Dugaan Harga dijual di atas Harga Ecereran Tertinggi(HET) yang sudah di tetapkan Pemerintah, sehingga Bisnis ini bisa berjalan lancar tanpa ada hambatan.

Satbas Banteng Subsidi Apresiasi Keberanian Polda Sul-Sel, Namun Minta Keterbukaan

Satbas menilai praktik ini saling menguntungkan semua pihak yang terlibat di baliknya. Oleh sebab itu, pemeriksaan harus memilah peran masing-masing secara adil dan transparan tanpa menutupi siapa pun.

“Kami apresiasi Polda Sulsel telah membongkar jaringan pedagang besar yang menyalurkan BBM dengan harga tinggi ke pasaran,” ucapnya seraya mengingatkan pentingnya keterbukaan demi kepercayaan publik.

Imbauan ke Pedagang & Masyarakat

Di tengah situasi yang masih rawan, Satbas mengimbau pengecer dan warga agar tidak tergantung pada perantara (Pelansir) Lebih baik mengambil pasokan secara langsung di lokasi resmi (SPBU) meski harus mengantri, agar rantai harga yang membengkak akibat keberadaan perantara dapat diputus.

Kondisi kelangkaan yang sempat terjadi disebut melahirkan banyak pelaku usaha dadakan tak resmi yang memicu lonjakan harga BBM di tingkat masyarakat.

Satbas Banteng Subsidi menegaskan akan terus mengawasi perkembangan penyidikan ini agar berjalan lurus, berkeadilan dan terang benderang bagi publik.

Narahubung: Sultan Bakri M, Ketua Satbas
(SATUAN BASIS BANTENG SUBSIDI)

Laporan : Redaksi