Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pelajar Asal Gorontalo Utara Riski Lamato, Viral Saat Selamatkan Tali Pengikat Bendara Merah putih Putus

64
×

Pelajar Asal Gorontalo Utara Riski Lamato, Viral Saat Selamatkan Tali Pengikat Bendara Merah putih Putus

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo,Info-Sultra.com-Beredar video detik-detik putusnya tali pengikat bendera Merah Putih saat upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia di Gorontalo.

Video berdurasi 2 menit 34 detik itu memperlihatkan pasukan pengibar bendera pusaka hanya bisa membentangkan sang saka Merah Putih karena tali pengikatnya putus.

Example 300x600

Diiringi lagi Indonesia Raya nampak semua peserta Upacara hanya bisa pasrah melihat kondisi tersebut, hingga akhirnya seorang anak laki-laki bernama Riski memberanikan diri untuk memanjat tiang bendera lalu meraih tali pengikat bendera untuk kemudian digunakan pasukan pengibar bendera.

Riski Lamato SMA Negeri 9 Gorontalo Utara menyelamatkan tali di tiang bendera yang putus ketika upacara HUT ke-78 Republik Indonesia di Kecamatan Sumalata Timur.

Dilansir dari Antara, pada Kamis (17/8/2023), Nurhayati Wunati Camat Sumalata Timur mengatakan tidak menyangka Riski terpanggil melakukan aksi heroik itu.

“Kebetulan saat tali bendera putus, diduga karena tarikan petugas penggerek yang terlalu keras, Riski berada di barisan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai peserta upacara penaikan bendera,” kata Nurhayati.

Saat tali bendera putus sekitar pukul 09.50 WITA, sontak peserta upacara terdiam melihat kejadian ini. Namun tiba-tiba dikagetkan dengan aksi Riski yang berlari dan nekat memanjat tiang bendera setinggi 14 meter.

“Riski tiba tiba berlari ke arah tiang bendera kemudian memanjat untuk menyambung tali yang putus. Aksi nekat ini sangat heroik. Kami terharu menyaksikannya,” ceritanya.

Sementara itu, Riski Lamato mengaku terpanggil memanjat tiang bendera ketika tali terputus.

“Pak guru yang berada di barisan sempat meminta para siswa untuk membantu. Kebetulan saya ada di barisan itu spontan berlari untuk memanjat tiang bendera,” kata Riski.

Ia mengatakan tidak memikirkan risiko apapun saat memanjat tiang setinggi 14 meter itu.

“Yang ada di pikiran agar cepat berlari, memanjat, dan menyambung tali. Kemudian saya langsung turun agar bendera bisa segera berkibar,” ungkap Riski.

Ia mengaku bahagia dan tidak berharap apapun. “Saya cuma ingin melihat bendera berkibar di upacara ini,” kata Riski.

Upacara bendera di Kecamatan Sumalata Timur dimulai pukul 09.45 WITA. Acara ini diikuti camat dan jajaran, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Wisye Pangemanan, unsur TNI/Polri, para kepala desa, tenaga pendidik, para Aparatur Sipil Negara (ASN), KNPI kabupaten/kecamatan, serta para penyelenggara pemilu kecamatan dan desa.

Laporan : Redaksi

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

  Post Views: 46

Berita

Post Views: 5