INFO-SULTRA.COM | KONAWE – Intensitas hujan yang tinggi selama kurang lebih tiga jam kembali merendam sejumlah pemukiman warga di Dusun 3, Desa Ameroro, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe. Banjir luapan ini menjadi persoalan klasik yang hingga kini belum mendapatkan solusi konkret dari pihak terkait
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Uepai mengakibatkan debit air meningkat dengan cepat. Karena tidak adanya saluran pembuangan yang memadai, air meluap dan masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh total sementara waktu karena mereka harus menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Keluhan Warga: Minim Perhatian:
Warga di lingkungan Dusun 3 mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Konawe. Mereka menilai pemerintah terkesan tutup mata terhadap penderitaan warga yang selalu menjadi langganan banjir setiap kali hujan turun, meski durasinya tergolong singkat.
Masyarakat mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah nyata, di antaranya.”Melakukan evaluasi terhadap tata ruang desa agar serapan air kembali berfungsi, segera membangun selokan atau drainase pembuangan yang permanen dan terintegrasi untuk mengalirkan air hujan.
Asran Habib, salah satu tokoh pemuda sekaligus warga Desa Ameroro, meminta keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan ini. Menurutnya, janji-janji penanganan banjir jangan hanya menjadi wacana saat terjadi musibah saja.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga khawatir akan adanya hujan susulan, sembari berharap ada respon cepat dari dinas terkait untuk melakukan normalisasi di wilayah terdampak.’pungkasnya.
Laporan : Nasir Alex
