INFO-SULTRA.COM | KONAWE – Pergantian jabatan Kepala Puskesmas Anggotoa, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan internal tenaga kesehatan. Mantan Kepala Puskesmas Anggotoa, yang berinisial YN diduga membawa sejumlah barang dan fasilitas kantor usai dinonjob dari jabatannya pada 20 Februari 2026 lalu.
Informasi yang beredar di lingkungan Puskesmas Anggotoa menyebutkan, beberapa barang yang sebelumnya berada di dalam kantor dan ruang pelayanan disebut sudah tidak lagi berada di tempat setelah pergantian pimpinan puskesmas dilakukan.
Barang-barang yang dipersoalkan tersebut di antaranya kursi tamu, kursi kantor, pendingin ruangan (AC), pot bunga, hingga beberapa perlengkapan lainnya. Bahkan, foto resmi Bupati dan Wakil Bupati Konawe yang sebelumnya terpajang di ruangan kantor juga dikabarkan telah dilepas.
Kondisi itu sontak menimbulkan tanda tanya dari sejumlah pegawai maupun masyarakat yang mengetahui situasi di Puskesmas Anggotoa. Mereka menilai, apabila barang-barang tersebut merupakan hasil pengadaan menggunakan anggaran kantor atau dana negara, maka tidak seharusnya dibawa keluar dari lingkungan puskesmas.
“Kalau memang barang kantor yang dibeli memakai uang negara atau uang kantor, jangan lagi dibawa pulang. Itu aset pemerintah,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Tak hanya itu, sejumlah pegawai bahkan menyayangkan kondisi yang terjadi pasca pergantian kepala puskesmas. Mereka berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian agar tidak memicu polemik berkepanjangan di lingkungan pelayanan kesehatan masyarakat.
Namun demikian, di tengah mencuatnya dugaan tersebut, terdapat pula penjelasan dari pihak internal puskesmas yang menyebut sebagian barang yang dibawa merupakan barang pribadi milik mantan kepala puskesmas.
Salah satu sumber internal menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan bendahara puskesmas, beberapa barang seperti kursi dan perlengkapan tertentu memang dibeli menggunakan uang pribadi YN selama menjabat sebagai kepala puskesmas sejak tahun 2022 hingga 2026.
“Pada saat saya masuk di puskesmas, saya tanya bendahara. Katanya kursi dan beberapa barang lain yang dibawa memang dibeli pakai uang pribadinya,” ujar sumber tersebut.
Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai barang mana saja yang tercatat sebagai inventaris resmi Puskesmas Anggotoa dan mana yang benar-benar merupakan aset pribadi.
Situasi itu membuat masyarakat meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap seluruh daftar inventaris aset di Puskesmas Anggotoa. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada aset negara yang berpindah tanpa prosedur administrasi yang jelas.
Selain itu, publik juga berharap seluruh proses pergantian pejabat di lingkungan pelayanan kesehatan dilakukan secara profesional dan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
YN diketahui menjabat sebagai Kepala Puskesmas Anggotoa sejak tahun 2022 sebelum akhirnya diganti pada Februari 2026. Selama kepemimpinannya, ia dikenal aktif melakukan pembenahan di lingkungan puskesmas, meski kini namanya menjadi sorotan akibat dugaan membawa sejumlah fasilitas kantor tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak mantan Kepala Puskesmas Anggotoa maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.
Laporan : Redaksi
