INFO-SULTRA.COM | KENDARI – Langkah Herman Pambahako untuk membiayai pembangunan rumah adat Wawonii patut diacungi jempol, betapa tidak, ratusan juta rupiah rela ia habiskan untuk membiayai pembangunan rumah adat yang menjadi simbol masyarakat Pulau Wawonii.
Niat tulus Putra Wawonii itu diapresiasi salah seorang tokoh Pemuda asal Konkep, Sartito saat menggelar Konferensi Pers di salah satu Warung Kopi di Kota Kendari, Sabtu (22/7/2026). Pengorbanan tersebut dinilai sebagai wujud komitmen dalam menjaga eksistensi adat dan warisan leluhur orang Wawonii.
“Rumah adat ini bukan sekadar bangunan, tetapi merupakan simbol jati diri, sejarah, dan identitas masyarakat Wawonii. Apa yang dilakukan Herman Pambahako adalah bentuk kecintaan terhadap tanah leluhur dan budaya yang harus kita jaga bersama,” jelasnya.
Eks Ketua Pemuda LIRA SULTRA yang juga KETUA DPD KNPI KONKEP itu menegaskan bahwa, Herman Pambahako secara garis keturunan merupakan putra Wawonii sehingga kepeduliannya terhadap pelestarian adat merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya.
“Saya tidak melihat dari sudut pandang bahwa Herman Pambahako berdomisili di Kota Kendari atau di Kabupaten Konawe Selatan. Yang jelas, beliau masih memiliki nurani untuk memperkuat adat istiadat masyarakat Wawonii. Itu yang paling penting,” tegasnya.
Sartito berharap pembangunan Rumah Adat Wawonii dapat menjadi inspirasi bagi seluruh putra-putri Wawonii, baik yang berada di daerah maupun di perantauan, untuk turut berkontribusi dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Wawonii.
“Pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya mengajak kita semua elemen masyarakat Wawonii agar memberikan kontribusi nyata sebagai bagian dari menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi,” pintanya.
Laporan : Redaksi
