INFO-SULTRA.COM | KOLAKA TIMUR – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tadu Wonua Sulawesi Tenggara (TWS) sukses menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) ke-4 yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Ormas TWS Distrik Ameroro. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Desa Ameroro, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Tadu Wonua Sulawesi Tenggara, Harwan Lahatamu, menyampaikan pesan mendalam dan penuh penekanan kepada seluruh kader yang hadir. Ia meminta para kader TWS untuk senantiasa menanamkan rasa cinta yang tulus terhadap kebudayaan lokal, khususnya kebudayaan Suku Tolaki.
Harwan mengingatkan pentingnya memegang teguh falsafah adat Kalosara, yang berbunyi:
“Inae Kona Sara Ie’e pinesara Inae Lia Sara Ie’e pinekasara”
(Barangsiapa yang menghargai adat, maka ia akan dihormati; barangsiapa yang melanggar adat, maka ia akan ditindak tegas).
”Saat ini tidak sedikit ormas yang dibentuk bukan lagi didasari atas kecintaan pada budaya, melainkan sekadar menghimpun pasukan sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kelayakan sesuai falsafah Tamalaki. Padahal, kriteria itu penting agar anggota benar-benar layak menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah Kalosara dan budaya Tolaki,” ujar Harwan di hadapan para peserta Diksar.
Ia menambahkan, pengerekrutan yang kurang selektif berisiko mencederai kemurnian marwah Tamalaki jika tidak dibentengi oleh pemahaman adat dan nilai kearifan lokal yang kuat. Oleh karena itu, melalui Diksar ke-4 ini, T WS berkomitmen untuk melahirkan kader-kader yang murni, berintegritas, serta memahami peran strategisnya sebagai penjaga kelestarian budaya.
Garda Depan di Kolaka Timur
Selain pembekalan materi Diksar, momentum ini ditandai dengan pengukuhan resmi jajaran pengurus Ormas TWS Distrik Ameroro. Harwan secara khusus menaruh harapan besar kepada para pengurus yang baru dilantik agar mampu menjalankan amanah organisasi secara optimal.
Dengan terlaksananya Diksar ke-4 dan pengukuhan pengurus Distrik Ameroro ini, Tadu Wonua Sulawesi Tenggara makin mempertegas posisinya sebagai organisasi yang konsisten mengawal serta melestarikan kebudayaan daerah di tanah Sulawesi Tenggara.
Laporan : Nasir Alex
