Berita

Pemda Konawe dan Bulog Distribusikan 7.000 Ton Beras ke Sulawesi Utara

79

INFO-SULTRA.COM, KONAWE – Dari lumbung padi Sulawesi Tenggara, ribuan ton beras kembali diberangkatkan ke berbagai penjuru negeri. Pemerintah Kabupaten Konawe secara resmi melepas tahap awal distribusi beras sebanyak 2.000 ton yang akan dikirim ke Sulawesi Utara.

Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional, sekaligus menegaskan peran strategis Kabupaten Konawe sebagai daerah penyangga pangan di kawasan timur Indonesia. Program tersebut sejalan dengan prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan, serta menjadi salah satu fokus utama Bupati Konawe Yusran Akbar dalam memperkuat posisi Konawe sebagai sentra produksi beras berkelanjutan.

Pelepasan distribusi beras dilakukan melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Konawe dan Perum Bulog. Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST, dan Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si., yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr. Ferdinand, SP, MH, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda pengiriman tingkat nasional dari Bulog Konawe, Sulawesi Tenggara, menuju Bulog Sulawesi Utara.

“Hari ini pemerintah daerah bersama Bulog secara resmi melepas distribusi beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional, untuk selanjutnya dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Sekda Konawe dalam sambutannya.

Ia menegaskan, khusus untuk Kabupaten Konawe, kondisi pangan saat ini berada pada posisi surplus, terutama untuk komoditas beras.

“Kebijakan distribusi ini tidak dilakukan secara serampangan, melainkan berdasarkan perhitungan produksi dan kebutuhan daerah,” tegas Ferdinand.

Berdasarkan data produksi, pada tahun 2025, produksi beras di Kabupaten Konawe mengalami peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Surplus produksi inilah yang menjadi dasar utama dilakukannya distribusi beras ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Pada tahap awal, sebanyak 2.000 ton beras mulai dikirim dari total rencana distribusi sekitar 15.000 ton. Beras tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah, antara lain Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Ambon, serta beberapa daerah lainnya di Sulawesi Tenggara. Distribusi ini merupakan tindak lanjut atas permintaan dan arahan langsung pemerintah pusat di Jakarta,” jelasnya.

Sekda Konawe menegaskan, pengiriman beras ke luar daerah tidak akan mengganggu ketersediaan stok pangan di Konawe. Cadangan beras daerah dipastikan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga musim panen berikutnya.

“Pemerintah daerah telah menyiapkan skema pengamanan stok untuk mengantisipasi kebutuhan pangan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, 18 menit pasca keberangkatan tiga unit kontainer, Kepala Bulog KC Unaaha, Muhammad Abdan Djarmin, S.E., M.M., Ak, menjelaskan bahwa percepatan pengiriman menjadi fokus utama Bulog saat ini guna memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan tidak menghambat agenda nasional.

“Diperlukan upaya percepatan proses pengiriman barang yang masih berada di gudang Bulog, khususnya pengiriman ke Sulawesi Utara. Langkah ini penting untuk mendukung persiapan panen raya pada bulan Maret dan April,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila pengiriman total 15.000 ton beras dapat dituntaskan hingga akhir Februari, maka akan tersedia tambahan kapasitas gudang sekitar 15.000 ton. Kapasitas tersebut akan dimanfaatkan untuk menampung beras hasil panen petani pada Maret dan April mendatang.

Selain distribusi antarwilayah, Bulog juga mencatat bahwa beras kualitas premium hasil pengolahan dari Konawe telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia dengan total mencapai 100 ton. Hal ini menunjukkan bahwa beras Konawe tidak hanya unggul dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan para petani. Pemerintah Kabupaten Konawe pun memberikan apresiasi kepada Bulog Konawe atas kinerjanya dalam menjaga stabilitas harga beras, memastikan harga tetap terkendali, serta memaksimalkan penyerapan hasil panen petani.

Dengan kontribusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, sekaligus memperkuat kerja sama antar daerah dan menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

 

Laporan: Redaksi